<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564</id><updated>2012-02-17T00:55:44.427+07:00</updated><category term='qur&apos;an'/><category term='pelajaran'/><category term='kuliah'/><category term='siroh'/><category term='kisah rasul'/><category term='do&apos;a'/><category term='tips'/><category term='nasihat'/><category term='da&apos;wah'/><category term='teka-teki'/><category term='cerita masa lalu'/><category term='pemira'/><category term='eragon'/><category term='kisah'/><category term='refleksi'/><category term='pilkada'/><category term='cerita masa kini'/><category term='markaz qur&apos;an'/><category term='sahabat'/><category term='teman'/><category term='hikmah'/><title type='text'>Be Better</title><subtitle type='html'>Tidak ada satupun manusia yang sempurna, yang ada adalah manusia yang senantiasa memperbaiki diri..termasuk saya, semoga..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>56</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-3179312388889836591</id><published>2010-05-19T17:01:00.003+07:00</published><updated>2010-05-19T17:08:24.269+07:00</updated><title type='text'>why don't you try telling that?</title><content type='html'>adakah yang mau bertanya sekarang saya berada di stase apa? sepertinya tidak ada yang tertarik, baiklah kalau begitu, saya beritahu saja, hehe. saya sedang di stase keperawatan anak. beberapa hari lalu saya dinas di ruang perinatologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepasbangetan, saya dinas di ruangan dimana katanya disitu ruang campur aduk.  bayi baru lahir yang gawat ditaro disitu, bayi yang sudah cukup baik kondisinya ditaro disitu (setelah mungkin sebelumnya dirawat di ruangan lain), bayi terlantar, juga ditaro disitu. jadilah ruangan itu tumpah ruah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;omong-omong tentang anak terlantar, disana ada seorang bayi, sudah tinggal disitu sekitar 2 bulan, lahir dengan BBSLR (berat badan lahir sangat rendah , 1500 gr). ibunya sudah meninggal dan ayahnya kabarnya, tidak mengakui kalau itu anaknya. dia ragu apakah itu didapat dari benihnya atau bukan. maka, hampir bisa dipastikan, anak itu terlantar, mungkin akan dirawat oleh yayasan, atau orang yang akan mengadopsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedih sekali memang. apalagi bayinya lucuuuuu. tapi saya juga gabisa cerita banyak. saya juga tidak tahu apa yang akan terjadi kemudian dengan anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;omong-omong lagi tentang anak terlantar. ada sebuah komik yang salah satu bagian ceritanya sediiih banget. sukses membuat saya menangis waktu baca. dikisahkan seorang anak terlantar. tapi usianya sudah usia SD. sejak kecil tinggal hanya bersama ibunya. sampai suatu hari, ibunya pergi meninggalkannya begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak ini diasuh oleh seorang pria lajang. pada awalnya anak ini tidak percaya dengan kebaikan pria ini. dia berpikir "orang ini juga suatu hari akan meninggalkanku begitu saja". tapi ternyata hal itu tidak pernah terjadi. setiap bangun di pagi hari dia menemukan pria itu. saat dia pulang dari sekolah dia menemukan pria itu. ketika dia mendapat prestasi, pria itu merayakannya untuknya. dan seabrek kebaikan seorang ayah yang lain. maka, pria itupun berhasil masuk ke dalam hatinya. menjadi seorang yang paling berharga dalam hidupnya. sampai pada suatu hari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://pemikirulung.multiply.com/photos/hi-res/1M/34"&gt;&lt;img style="width: 325px; height: 514px;" class="alignmiddleb" src="http://images.pemikirulung.multiply.com/image/2F+5PX8MIALOfRjKrCJ8hQ/photos/1M/300x300/34/20.jpg?et=H4RewmeLf8o%2CN%2B9ijiMtFQ&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://pemikirulung.multiply.com/photos/hi-res/1M/34"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Guest/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Guest/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.png" alt="" /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/S_O4UT-qBNI/AAAAAAAAACI/wVBzNBjZUwU/s1600/21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 284px; height: 455px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/S_O4UT-qBNI/AAAAAAAAACI/wVBzNBjZUwU/s200/21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472920631285253330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka satsuki pun memutuskan untuk tidak pernah memanggil pria tersebut dengan panggilan ayah. bahkan dia memutuskan untuk menggunakan nama keluarga shindou, bukan matsumoto, nama pria itu. karena dia hanya ingin melindungi pria itu, melindungi nama baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;matsumoto-kun tidak pernah mengetahui bahwa itu alasannya. sampai bertahun-tahun kemudian, dia hanya bisa memendam keinginannya untuk dipanggil ayah dalam hatinya. dan pada akhirnya dia berpikir, bahwa satsuki tetap ingin menggunakan nama shindou itu karena dalam hatinya, dia masih berharap ibu yang telah tega menelantarkannya itu kembali dan mereka akan berkumpul sebagai keluarga. maka matsumoto-kun pun hanya memendam kesedihannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi suatu hari--singkat cerita yah--shindou-kun dinasihati oleh teman-temannya untuk mengatakan alasannya tidak pernah memanggil ayah pada matsumoto dengan jujur pada matsumoto, karena selama ini matsumoto telah salah paham, dan hatinya sedih dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://pemikirulung.multiply.com/photos/hi-res/1M/35"&gt;&lt;img style="width: 362px; height: 295px;" class="alignmiddleb" src="http://images.pemikirulung.multiply.com/image/QYXnbQHm6ZjHO8z-q9jrPQ/photos/1M/300x300/35/26-27.jpg?et=oAnxe7ALZBPGc0ERYAdVkQ&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://pemikirulung.multiply.com/photos/hi-res/1M/36"&gt;&lt;img style="width: 262px; height: 415px;" class="alignmiddleb" src="http://images.pemikirulung.multiply.com/image/WYf8gY7E34ZkxIQPhYE1cQ/photos/1M/300x300/36/28.jpg?et=i40ZbCa2DxJqUXIt%2C2Q99A&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://pemikirulung.multiply.com/photos/hi-res/1M/37"&gt;&lt;img style="width: 304px; height: 481px;" class="alignmiddleb" src="http://images.pemikirulung.multiply.com/image/nlr36bnBszFERindPzQmJg/photos/1M/300x300/37/29.jpg?et=3VXPgO%2C7F7%2BYHFAUQ5YeoQ&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan melihat adegan ini....saya terharuuuuuu sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://pemikirulung.multiply.com/photos/hi-res/1M/38"&gt;&lt;img style="width: 299px; height: 475px;" class="alignmiddleb" src="http://images.pemikirulung.multiply.com/image/YkGBOvbu5QMRaekL9d0JtQ/photos/1M/300x300/38/30.jpg?et=e1U2pu%2CoTONh8xhLFnY5LQ&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari komik ini saya belajar...bahwa keterbukaan itu penting. kalau kita gamau bilang, orang lain belom tentu tahu. kalau kita gatau, jangan berprasangka, tabayun!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~sebenernya, jujur, ini adalah postingan yang dipaksakan. hehe. berhubung udah di depan internet, dan sudah lama tidak menulis, jadi maksain cerita aneh begini. semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo gambarnya ga jelas bisa dibuka di http://www.onemanga.com/Shiawase_Kissa_Sanchoume/25/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-3179312388889836591?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/3179312388889836591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=3179312388889836591&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/3179312388889836591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/3179312388889836591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2010/05/why-dont-you-try-telling-that.html' title='why don&apos;t you try telling that?'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/S_O4UT-qBNI/AAAAAAAAACI/wVBzNBjZUwU/s72-c/21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-938125183944411763</id><published>2009-04-26T22:38:00.001+07:00</published><updated>2009-04-26T22:41:39.199+07:00</updated><title type='text'>Kenapa Harus Berbuat Baik?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;“why are you so kind young girl?!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lalu seseorang meminta tolong kepada saya—meskipun sebenarnya tidak jelas minta tolong atau memerintah karena dia memakai embel-embel “saya beri waktu anda sampai jam 12. Trims” di akhir sms-nya. Tapi pada akhirnya saya melakukan apa yang dia minta juga, sebatas kemampuan saya. Sampai setelah urusannya selesai, dia bertanya “why are you so kind young girl?!” dan saya jawab dengan “karena ALLAH mencintai orang-orang yang berbuat baik (innALLAHa yuhibbul muhsinin)”. Ah, padahal yang saya lakukan tidak ada apa-apanya, saya cuma berkorban waktu dan sms kok, sepertinya saya juga masih jauh dari kriteria berbuat baik dan memasukkan saya dalam kategori muhsinin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, di hari sata menerima sms itu, paginya saya habis mengisi materi al ihsaan, artinya berbuat baik. Seperti dituangkan dalam hadis “Sesungguhnya ALLAH mewajibkan berlaku ihsan dalam segala hal” (HR Muslim), maka ihsan selayaknyalah menjadi bagian dari kehidupan seorang muslim. Dan pertanyaan, kenapa kamu begitu baik? Atau kenapa kamu berbuat baik? Tidaklah perlu ditanyakan, karena kebaikan sudah menjadi ruh setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihsan yang dimaksud sebenarnya tidak sepenuhnya sesuai dengan “kind” yang dimaksud dalam sms. Menurut saya “kind” ini lebih mengacu pada kebajikan atau shodaqoh (setiap yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain adalah shodaqoh), tapi waktu itu pikiran saya langsung mengacu pada ihsan ini. Ihsan yang dimaksud adalah tidak sekedar berbuat baik, tapi melakukan sesuatu dengan baik dan benar, melakukan sesuatu sesempurna mungkin dan menjaga seluruh adab yang bisa menjadikan kesempurnaan perbuatan yang dilakukan. Ihsan berarti paket dari ikhlashun niyat (niat yang ikhlas), itqoonul ‘amal (pekerjaan yang tertib/professional), dan jaudatul adaa’ (penyelesaian yang baik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihsan adalah cirri orang yang menyadari perlunya membalas kebaikan ALLAH dan adanya pengawasan ALLAH. Berlaku ihsan adalah buah dari mengenal ALLAH secara benar. Berbuat baik karena menyadari adanya pengawasan ALLAH yang tidak pernah lalai dan lupa, Mahatahu apa yang kita kerjakan dan apa yang tersembunyi dalam hati serta malaikat Rokib dan ‘Atid yang jauh lebih jeli dan teliti dari Komisi Pemantau manapun dalam mencatat semua perbuatan kita. Juga karena adanya kebaikan ALLAH yang begitu banyak, berupa fisik maupun nonfisik, profesionalisme ALLAH dalam mengatur alam semesta. ALLAH saja professional masa kita hambaNya engga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya jawaban saya terhadap sms tersebut, seseorang yang berbuat baik memiliki banyak keuntungan, karena ALLAH akan member balasan yang baik pula.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama.&lt;/span&gt; Kecintaan ALLAH&lt;br /&gt;“dan berbuat baiklah karena sesungguhnya ALLAH mencintai orang-orang yang berbuat baik (muhsinin)” QS 2:195.&lt;br /&gt;Dicintai manusia saja sudah senang, apalagi dicintai ALLAH?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua. &lt;/span&gt;Pahala dari ALLAH&lt;br /&gt;“Maka sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” QS 16:97&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga.&lt;/span&gt; Pertolongan dari ALLAH&lt;br /&gt;“dan sungguh, ALLAH beserta orang-orang yang berbuat baik” QS 26:69&lt;br /&gt;Apa yang bisa mengalahkan pertolongan ALLAH? Ngga ada kan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah sekali bukan kehidupan orang-orang yang berbuat baik? Semoga kita menjadi bagian dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dan carilah apa yang telah dianugerahkan ALLAH kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana ALLAH telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya ALLAH tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. QS 28:77&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maraji’&lt;br /&gt;Al Qur’an Al Karim&lt;br /&gt;Prayitno, I. 2003. Ma’rifatullaah. Jakarta: Pustaka Tarbiatuna&lt;br /&gt;Al-Wafi Menyelami Makna 40 Hadis RasuluLLAH SAW: Dr Musthafa Dieb Al-Bugha&amp;amp;Muhyiddin Mistu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-938125183944411763?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/938125183944411763/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=938125183944411763&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/938125183944411763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/938125183944411763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2009/04/kenapa-harus-berbuat-baik.html' title='Kenapa Harus Berbuat Baik?'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-2072764424157127279</id><published>2009-04-01T15:35:00.002+07:00</published><updated>2009-04-01T15:52:40.492+07:00</updated><title type='text'>Jangan Coba-coba</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;“Islam bersatu tak bisa dikalahkan”&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Suatu hari saya pergi bareng dua orang kakak saya, sala seorang dari mereka bercerita tentang pembicaraannya dengan suaminya suatu hari&lt;br /&gt;“nah, sekarang udah tau kana pa aja yang bikin aku marah?”&lt;br /&gt;”iya, udah. Pertama, kalau keluarganya dihina”&lt;br /&gt;mendengar jawaban suaminya kakak saya menahan tertawa, sebenarnya bukan itu jawaban yang dia maksud. Usut punya usut, kenapa abang saya menjawab seperti itu karena ternyata suatu hari abang ipar saya pernah ngomongin saya dan kakak saya, mendengar adiknya diomongin begitu, sangat tidak terima dan akhirnya murkalah. Padahal, kalau denger dari ceritanya, apa yang abang ipar saya omongin itu tidak salah-salah amat, memang saya orangnya begitu kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari juga, kakak saya yang lain (berbeda dengan dua orang sebelumnya) mengatakan sesuatu. Diawali dari pertanyaan saya kenapa bisa temannya tidak percaya kalau saya adalah adiknya. Pembicaraan kamipun sampai pada pernyataan “huh, temen-temen gue mah ngga bakal berani De ngatain keluarga gue. Kalo ngatain gw biarin deh, tapi kalo sampe ngatain keluarga gw, huh..awas aja”&lt;br /&gt;Lantas kakak saya yang inipun berceritalah bahwa pernah seorang temannya, karena sesuatu hal, mengeluarkan kata—yang dalam hal ini—konotasinya agak buruk tentang kami bersaudara. Kakak sayapun meradang ”gue marah banget De, gue jawabin, dia sampe ngga enak banget sama gw, mau negor jadi takut, sampe pulang, mau salaman aja dia takut”. Saya cukup ma’rifah dengan kakak saya ini dan bisa membayangkan bagaimana menyeramkannya dia saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita dua orang ini, saya jadi ingat percakapan Chae Kyong dan Shin di komik Goong. Suatu hari Shin mengjhina keluarga Cahe Kyong, karena adiknya Chae Jun membuntuti Hyo Rin, diapun berpendapat ”menghantui kehidupan orang lain. Itu ciri khas keluargamu ya?” Chae Kyong terluka mendengarnya dan diapun melawan ”jangan menghina keluargaku. Seperti semua orang, aku juga bisa tahan kalau aku sendiri dimaki, tapi kalau keluargaku dimaki juga, aku tidak terima.” berhubung Shin yang putra mahkota itu tidak memiliki keluarga yang seperti kita rakyat jelata, Chae Kyong menambahkan ”Iya sih..kamu yang bertumbuh tanpa kasih sayang keluarga, tidak akan tahu perasaan seperti ini” Mantabh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;br /&gt;Yah, sepertinya kebanyakan orang begitu, masih bisa bertoleransi kalau diri sendiri saja yang dihina, tapi kalau sudah keluarga, orang-orang yang kita sayangi, maka otomatis surai ini tertegak, kuku keluar, matapun berkilat (kita ini manusia apa singa sih?!). saya pikir hal ini berlaku tidak hanya untuk keluarga dengan makna denotasi, keluarga yang terbentuk karena pertalian darah dan perkawinan, hubungan yang terbentuk karena pernah numpang di rahim yang sama atau karena seseorang mengatakan ”saya terima nikahnya” dan diakhiri dengan ”dibayar tunai”, bukan hanya keluarga yang seperti ini. Keluarga besar profesi, almammater, etnis, dll. Apalagi, yang sudah jelas pengaturannya seperti dalam Qur’an dan sunnah, keluarga satu aqidah,keluarga besar muslim, bahkan kata keluargapun kurang tepat lagi, karena kita satu tubuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan anda coba-coba menghina keluarga orang lain, keluyarga apapun itu. Kami masih bisa tahan jika hanya diri ini saja yang dihina, tapi jika ini sudah menyangkut keluarga kami, maka bersiaplah. Karena persaudaraan kami begitu kuat, kekuatan ukhuwah kami begitu dahsyat, tapi ya, mungkin kalian yang tidak pernah merasakan manisnya ukhuwah seperti kami tidak akan paham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;ALLAHumma a’izzal isalama wal muslimin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;Ya ALLAH menangkanlah Islam dan kaum muslimin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;ALLAHumma allif baina Qulubihim wa tsabbit aqdamahum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;Ya ALLAH satukanlah hati-hati mereka, berikan keteguhan dan limpahkan kesabarannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-2072764424157127279?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/2072764424157127279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=2072764424157127279&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2072764424157127279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2072764424157127279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2009/04/jangan-coba-coba.html' title='Jangan Coba-coba'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-1468998293486013566</id><published>2009-04-01T15:25:00.001+07:00</published><updated>2009-04-01T15:53:21.292+07:00</updated><title type='text'>Jiping, Ngaji Bareng Kuda Lumping</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;”Ilmu itu bak binatang buruan, sedangkan tulisan itu adalah tali pengikatnya” (Imam Syafi’i)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya ikutan tatsqif, dengerin taujih ustadz. Seperti biasa, kalau orang bicara di depan tidak langsung ke inti meterinya, pake pengantar dulu, kenalan dulu, dsb. Pengantar di sebuah materi bisa dianalogikan dengan pemanasan di senam kesegaran jasmani, buat pembicara maupun pendengarnya. Buat kita-kita para pendengar, pemanasan ini juga bisa digunakan untuk menyiapkan peralatan mencatat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pengantarnya selesai, &lt;a href="http://www.ahmadzainuddin.net/"&gt;Ustadz Ahmad Zainuddin Lc&lt;/a&gt; pun masuk ke dalam inti materinya. Beliau sudah akan menyebutkan poin-poin, tapi masih ada  hal yang dirasa kurang pas, ”kok ga pada nyiapin peralatan? Pada bawa peralatan ga?”, begitu tanyanya. Secara implisit, sebenarnya ustadz ingin bertanya ”ngga pada mau nyatet nih?”. setelah ustadz bertanya demikian, Pak Mcpun berdiri dan dengan hebohnya menawarkan pulpen pada audiens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya momen ini unik, soalnya baru pertama kali saya dengar ada ustadz sampai negor begini (setelah bertahun-tahun jaman pengajian remaja di kampung dulu). Entah karena biasanya semuanya pada rajin nyatet dan baru pertama kali begini atau fenomena ikhwan jiping (ngaji kuping) baru pertama kali ustadz temukan di daerah sini, tidak tahu juga, saya tidak pernah memperhatikan apakah para ikhwan pegang catetan atau tidak (ya iyalah..). Memangnya jiping masih jaman ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman memang sudah berubah, kebiasaan manusia juga berubah. Kalau dulu kita biasa mencatat dengan kertas dan pulpen, sekarang belum tentu. Beberapa mahasiswa saya lihat begitu sampai di acara, buka laptop, dan mulai ketak-ketik mencatat. Trend mahasiswapun berubah dari ”fotocopy oriented” jadi ”softcopy oriented”. Tidak usah mencatat, nanti di akhir acara tinggal sodorin flashdisk ke panitia, selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena banyak kemudahan itu semakin malaslah kita mencatat. Belum lagi alasan lain seperti ”kalau fokus dengerin ngga bisa sambil nyatet”. Bah! Ustadz bahkan sampai bercerita, suatu hari setelah dia menyampaikan sebuah materi ada yang berkomentar ”yang tadi materinya bagus ustadz, kenapa ngga dibagi aja softcopy nya?”, ustadz jawab ”memangnya antum ngga dateng waktu xxx dan minta softcopynya?”, ”iya, dapet ustadz”,  ”materi hari ini kan sama dengan yang waktu itu, cuma dikembangin sedikit”. ”Berarti apa?” tanya ustadz ke kami, ”habis minta softcopy dirumah juga ngga dibuka-buka lagi kan?” Nah lo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal catatan itu penting banget lho. Teman saya cerita, ada seorang abang yang kalau ada pemilihan calon ketua dia selalu bertanya pada kandidat apakah ada yang mencatat, ”masalah umat itu banyak, gimana kalian bisa ingat dan megurusnya kalau tidak kalian catat?”, begitulah kira-kira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pena yang lemah lebih tajam dari ingatan yang kuat. (apa pena yang tumpul lebih kuat dari ingatan yang tajam ya? He..lupa). buktinya waktu diskusi home group beberapa waktu lalu, seorang teman menjelaskan trias leukemia “anemia, leukopenia, dan trombositopenia”, saya merasa tidak asing dengar trias ini, saya buka-buka catatan dan menemukan sesuatu. “Kalo di catetankuada 3 hal yang khas pada anemia aplastik: anemia, leukopenia, trombositopenia, kok sama? Kalo pada leukemia juga begitu kenapa dibilangnya khas pada anemia aplastik?” teman-teman pada diem dan bilang “iya..ya” sambil mengingat-ingat diskusi sebelumnya. Tapi tiba-tiba saya menyadari sesuatu “eh, di bawahnya ada tulisan lagi nih “mirip sama leukemia, cuma pada leukemia kronik bisa terjadi leukositosis”. Teman-teman cuma bisa takjub doang dan bilang “ooh gitu ya? Liat catetannya dong Di”. Berguna kan pena saya yang lemah ini? Memang sih, untuk orang pelupa tapi tulisannya bagus seperti saya, mencatat adalah sebuah pilihan brillian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apapun gayanya, pertahankanlah kebiasaan mencatat ini, pakai buku, laptop, HP, apapun, asal jangan nyatet di tembok masjid aja.karena pasti berguna, untuk diingat lagi, dipelajari lagi, disampaikan pada orang lain, atau minimal bisa untuk mengenang betapa mengantuknya anda saat materi itu disampaikan hanya dengan melihat betapa keritingnya tulisan anda. Hehe&lt;br /&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-1468998293486013566?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/1468998293486013566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=1468998293486013566&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/1468998293486013566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/1468998293486013566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2009/04/jiping-ngaji-bareng-kuda-lumping.html' title='Jiping, Ngaji Bareng Kuda Lumping'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-1560717414068718342</id><published>2009-01-30T12:17:00.001+07:00</published><updated>2009-01-30T12:18:44.509+07:00</updated><title type='text'>(Lagi) Tentang Pentingnya Membaca, Kali Ini Dari Nenek Hama</title><content type='html'>Buku adalah jendela dunia. Aduh, udah sering denger. Iqro’ bacalah. Ya.ya, ayat pertama yang turun dan sangat familiar. Membaca investasi tak kenal rugi. Iye, percaya kok. Tapi seberapa mengamalkannya kita? Seberapa rajin kita membaca? Ehm, pertanyaannya saya ganti deh, seberapa rajin saya membaca? Ehm..ya..ya..rajin kok *penilaian pribadi* hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya membaca itu penting untuk siapa saja tapi saya lagi mau fokus ke pentingnya membaca untuk penulis, tidak hanya terbatas ke penulis buku, tapi juga penulis cerita, pengarang komik, bahkan blogger. Sebenarnya aroma membaca seorang penulis bisa tercium oleh pembacanya lho. Karena aroma gemar membaca kental dengan aroma ilmu dan wawasan. Dan produk tulisan atau karyanya pun jadi lebih bermakna, ”dalem”, mencerahkan, atau berbobot. Seperti buku yang sedang saya baca akhir-akhir ini, berasa banget kalau yang nulis itu orang pinter, bacaannya banyak, wawasannya luas. Atau sebuah site di MP, contact saya, waktu itu saya pernah tanya padanya apa buku yang dia suka baca, dia malah bertanya balik pada saya ”emangnya kelihatan suka membaca ya” dan saya jawab iya. Sebenarnya saya pengen banget bertanya balik padanya, bagaimana dengan blog saya, tapi saya terlalu takut untuk mengetahui kenyataan, soalnya kayanya begitu pahit. Hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan sebuah buku yang tujuannya memang menginformasikan pada pembaca, membuat cerita yang fiksipun perlu membaca biar cerita yang dibuat lebih bagus, hidup dan ngga ngibul-ngibul amat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya Takeshi Maekawa, untuk membuat cerita Chinmi di pulau Kan-an, melawan Jiirai dan Jenderal Boru, sampai buka-buka buku sejarah dan cari tahu senjata apa yang pas di zaman itu. Akhirnya dipilih meriam, bukan AK 47 apalagi bom fosfor putih. Atau pengarang Flash of Wind (namanya lupa, udah ngga pernah baca itu lagi), yang keluar masuk perpustakaan buat cari tahu, cewek-cewek di Jepang jaman samurai (namanya jaman apa? Aku lupa lagi) pake pembalut apa kalau menstruasi soalnya tokoh utama di komik itu si Seizaburo Kamiya adalah perempuan yang menyamar jadi laki-laki dan dia tidak mungkin tidak menghiraukan siklus alami wanita dewasa itu di komiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu tidak momen apa yang membuat saya tersadar kembali tentang pentingnya membaca? Saya kasih tau ya. Momen ini beberapa bulan lalu waktu menonton Avatar-Legend of Aang, Book of Fire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aang dkk menginap di sebuah penginapan milik nenek-nenek, namanya nenek Hama. Nenek ini memang misterius banget, tipe nenek sihir gitu. Sampai pada akhirnya tersingkaplah bahwa Nenek Hama ini adalah pengendali air. Loh kok bisa? Di negara api lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek Hamapun berceritalah bahwa dia waktu masih muda dulu termasuk salah satu pengendali air yang ditangkap oleh pasukan Negara api waktu mereka menyerang ke Negara air. Dia dan puluhan (atau mungkin ratusan) pengendali air lainnya dibawa ke Negara api dan dipenjarakan. Selama di penjara, mereka diperlakukan dengan “special”. Mereka dijauhkan dari air dan segala hal yang mengandung air, pokoknya penjara diusahakan kering tidak ada air sedikitpun. Kalau mereka minum, tangan dan kaki mereka diikat, biar mereka tidak bisa melakukan pengendalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana bisa nenek Hama sekarang bebas dan hidup layaknya penduduk negara api yang lain? Ternyata nenek Hama berhasil kabur dari penjara. Wah, ini lebih fantastis lagi, bagaimana bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat  nenek Hama sudah hampir menyerah dan pasrah dengan keadaan, nenek Hama menemukan sebuah jalan keluar. Dia menemukan air lain, yang tidak terpikirkan oleh para penjaga dan juga saya. Tahukah anda air dari mana? Di penjara yang kering itu? Kalau anda tidak tahu berarti anda kalah setingkat dengan sang penulis cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek Hama menjadi PENGENDALI DARAH (Note: sebenarnya saya berharap anda membacanya tidak dengan  nada yang biasa, tapi dengan suara seperti nenek-nenek, dengan intonasi lambat, mencekam, seolah-olah sedang melontarkan sesuatu yang amat penting dan akan mengagetkan semua yang mendengar, biar kesan mistis dan mencekamnya dapet. Dubber-nya nenek Hama soalnya mencontohkan begitu di film)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, saya benar-benar tersentak waktu  nonton episode ini dan mendengar nenek Hama bilang PENGENDALI DARAH (masih dengan nada yang tadi ya) begitu. (Anda juga ngga? Kalo ngga berarti postingan ini persis kaya prinsip demokrasi dari saya, oleh saya, untuk saya T_T). Bagaimana mungkin saya tidak berpikir ke arah sana, 60% tubuh manusia kan terdiri dari air (cairan)! Jadi sebenarnya ada banayak sekali air di penjara itu selama masih banyak mahluk hidup berkeliaran. Yah terlepas dari ke-kurang tepat-an penulis karena memilih darah (darah hanyalah mengandung 5% dari total cairan tubuh kita), cukup bisa diterima lah, demi kedramatisan adegan, soalnya kalau nenek Hama mengendalikan cairan intraseluler (yang jumlahnya 2/3 dari total cairan tubuh) saat penyebutannya jadi kurang dramatis, alih-alih penonton merasakan aura ngeri malah pada mengeluh ”euh..pelajaran fisiologi apa lagi ini?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian ini saya jadi tambah nge-fans pada Katara (khusunya Katara sebagai pengendali air) dan merasa bahwa pengendali air-lah yang terhebat karena fisiologi cairan ini berlaku untuk semua orang termasuk semua musuhnya. Sayang Katara tidak mau melakukan pengendalian darah, terlalu sadis. Bahkan Nenek Hama saja akhirnya jadi psikopat. Dan saya agak kecewa waktu Katara kalah dari Azula, mungkin karena saat itu sedang ada komet Sozin, hhh..andai Katara adalah pengendali cairan intraseluler, pasti lebih hebat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eniwei, begitulah kawan, yang suka pada ngeblog-ngeblog nih, rajin-rajinlah membaca, biar blognya lebih berbobot. *bicara pada cermin*&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-1560717414068718342?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/1560717414068718342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=1560717414068718342&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/1560717414068718342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/1560717414068718342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2009/01/lagi-tentang-pentingnya-membaca-kali.html' title='(Lagi) Tentang Pentingnya Membaca, Kali Ini Dari Nenek Hama'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-7209419269242071130</id><published>2009-01-28T15:06:00.002+07:00</published><updated>2009-01-28T15:13:29.990+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pelajaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='siroh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><title type='text'>Ga Cuma Di Pelm India</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SYATFsCQtDI/AAAAAAAAAB4/XO2BcLJppJk/s1600-h/in.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SYATFsCQtDI/AAAAAAAAAB4/XO2BcLJppJk/s200/in.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296254150228620338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“cintamu tak harus, miliki diriku” –Dewa (dengan perubahan seenaknya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah nonton Kuch Kuch Hota Hai) Tau ending nya seperti apa? Saya sama sekali tidak sedang merekomendasikan film itu untuk ditonton (ngga penting juga kok), kalau jawaban 2 pertanyaan tadi adalah tidak, saya akan berbaik hati memberi tahu sedikit. Yang ingin saya soroti bukanlah cinta segitiga antara Rahul, Tina, dan Anjali (ehm, sepertinya banyak yang kecewa, hehe) tapi tentang drama pernikahan Rahul dan Anjali (ending filmnya doang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjali dijodohkan oleh keluarganya dengan Aman (Salman Khan), seorang pria tampan, kaya dan baik hati, pokoknya high quality bujangan lah. Tapi sebenarnya Anjali tidak mencintainya, karena jauh di dalam hatinya, dia mencintai Rahul, sahabatnya di kampus dulu. Rahul juga begitu, mencintai Anjali, meskipun dia baru sadar setelah dia menikah, memilki 1 anak, dan istrinya meninggal, huh, dasar laki-laki!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari-H pernikahan, Aman menyadari bahwa Anjali tidak mencintainya, dan mencintai Rahul dengan amat sangat, akhirnya, dengan tambahan sedikit tipu daya dari anak Rahul yang namanya Anjali juga, Aman membatalkan pernikahannya, menyerahkan Anjali pada Rahul untuk dinikahkan. Dan di tempat itu, pada saat itu, Rahul dan Anjali menikah (sambil nangis-nangis gitu kayanya, hehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau saya pribadi memnganggap peristiwa seperti itu sedikit mustahil. Saya kepikiran ”bagaimana dengan keluarga si mantan calon mempelai pria, bagaimana dengan keluarga si akhirnya jadi mempelai pria, atau keluarga si wanita yang dari awal sampe akhir tetep jadi mempelai, bagaimana dengan mahar, seseraha, dan bagaimana dengan tamu?”. Yah, sepertinya kalau tamu tidak terlalu bermasalah sih, asal tetap ada jamuan prasmanan mereka senang kok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sedikit mudah kalau di Hogwarts, seperti momen akhir tahun pertama Potter di sekolah. Waktu itu Slytherin dapat poin asrama tertinggi dan seluruh sekolah sudah siap merayakan. Aula sudah dihiasi dengan warna hijau dan ornamen khas Slytherin yang lain. Tapi tiba-tiba Dumbledore (kalau tidak salah) memberi nilai untuk Harry, Ron, dan Hermione untuk kehebatan mereka dalam perjuangan mendapatkan sorceres stone sehingga poin Gryffindor bertambah dan melampaui poin Slytherin. Otomatis pemenang berubah, dan dekorasipun juga harus dirubah. Maka, hanya dengan satu jentika tangan, hiasan aula berubah, jadi merah, warnanya Gryffindor. Yah, yah, untuk Hogwarts mudah, tapi kita para muggle, tidak segampang itu lah. (Memangnya hiasan pernikahan antara 1 penganten dengan penganten yang lain beda jauh ya? Kayanya ngga juga. Euh..jadi sepertinya permisalan ini tidak terlalu cocok)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tahukah anda? Peristiwa-penggantian-mempelai-secara-tiba-tiba (PPMST2) ini tidak hanya ada di Kuch Kuch Hota Hai, tapi di beberapa film india lain. Sedikitnya ada 3 film india yang punya adegan PPMST2 ini, itupun dari seluruh film india yang saya tonton, mengingat saya tidak banyak menonton film india jadi bisa diprediksikan bahwa PPMST2 ada di lebih banyak lagi film india, tidak cuma 3. Biasanya menonton adegan PPMST2 ini saya akan membatin ”yaelah, dasar pelm india!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahukah anda, meskipun dari tadi saya menggambarkan betapa hampir mustahilnya adegan PPMST2 ini di dunia nyata, sebenarnya ini pernah terjadi di jaman RasuluLLAH. Yah, meskipun tidak benar-benar persis PPMST2 di kuch kuch hota hai dan film india lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Salman Al Farisi, seorang sahabat pilihan, pahlawan perang Khandaq, yang RasuluLLAH pernah berkata ”Salmanu minal bait. Salman adalah golongan kami, ahlul bait”. Padahal Salman datang dari Farsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari dia hendak menikah dan memutuskan untuk meminang seorang wanita Anshar yang dirasa pilihan tepat baginya. Tapi Salman bukanlah asli madinah, masih merasa asing di sana, dan agak kagok kalau harus berurusan kultural begini dengan keluarga madinah. Akhirnya Salman menita tolong Abu Darda, orang Anshar yang dipersaudarakan dengannya untuk mewakilinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkatlah mereka meminang si gadis madinah. Sesampainya di sana Abu Darda mulai beraksi, menyatakan maksud kedatangan mereka pada bapak si gadis. Tapi tahukah kawan apa jawaban si gadis yang disampaikan lewat perantaraan ibunya. ”Puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.” (sebenarnya jawabannya lebih panjang, tapi saya singkat, maaf) Aih.. si gadis memilih pengantar, bukan si peminang yang sesungguhnya. Tapi, simak jawaban Salman ”ALLAHu akbar!” serunya, ”semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian”&lt;br /&gt;(PS: pilih pengantar jangan keren-keren, atau minimal tidak lebih keren dari anda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;Tuh kan, luar biasa para sahabat itu, amat sangat jauh lebih keren sekali dari Aman, Rahul, Dumbledore apalagi Malfoy. Dengan keimanan, keikhlasan, tawakal, ukhuwah menghadirkan sebuah momen yang saya-pikir-cuma-ada-di-film-india di dunia nyata dengan demikian indah. Ya itulah perlunya melihat segala sesuatu dengan kacamata iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, so, ada yang mau menyerahkan calon mempelai pria nya ke saya? Wakakakak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan atau apapun lah itu saya ambil dari:&lt;br /&gt;Lagunya Dewa, entah judulnya apa&lt;br /&gt;Film Kuch Kuch Hota Hai dan 2 film india lain, entah judulnya apa&lt;br /&gt;Buku “Jalan Cinta Para Pejuang”, Salim A. Fillah&lt;br /&gt;Buku “Karakteristik Perihidup 60 Sahabat RasuluLLAH”, Khalid Muh. Walid&lt;br /&gt;Buku “Harry Potter dan Batu bertuah”, J.K. Rowling&lt;br /&gt;Foto dari pro.corbis.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-7209419269242071130?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/7209419269242071130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=7209419269242071130&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/7209419269242071130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/7209419269242071130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2009/01/ga-cuma-di-pelm-india.html' title='Ga Cuma Di Pelm India'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SYATFsCQtDI/AAAAAAAAAB4/XO2BcLJppJk/s72-c/in.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-3542578813653825811</id><published>2008-12-01T11:19:00.002+07:00</published><updated>2008-12-01T11:24:18.570+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pelajaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='siroh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah rasul'/><title type='text'>Belajar Dari Hajar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/STNm2IKyYSI/AAAAAAAAABg/6-4ruo_X95E/s1600-h/desert2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 113px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/STNm2IKyYSI/AAAAAAAAABg/6-4ruo_X95E/s200/desert2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274672668672680226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita semua mungkin sudah sangat familiar dengan kisah Hajar dan Ismail di tanah haram. Kisah perjuangan seorang ibu dalam mencari air demi anaknya dan dirinya yang kehausan dan kelaparan di tengah padang tandus. Kisah yang diabadikan dalam salah satu rukun haji, sa’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada yang belum pernah dengar atau lupa, saya ulang sedikit. Hajar dan bayinya Ismail ditinggalkan di tanah haram yang kering dan tandus oleh suaminya, Ibrahim as. Atas dasar wahyu ALLAH SWT. Setelah bekal air minum dan makanan habis, dan merekapun merasa haus dan kelaparn. Hajar berusaha mencari air. Dengan menaiki bukit shafa, dia berharap dapat melihat sumber air atau orang yang dapat membantu. Tidak berhasil, Hajar naik ke bukit berikutnya, Marwah dengan harapan yang sama. Hajar melakukannya dengan berlari-lari kecil, bolak-balik dari bukit Shafa ke Marwa hingga 7 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah anda berpikir kenapa Hajar melakukan hal demikian? Mengapa dia sampai bolak-balik padahal sudah jelas-jelas tidak menemukan air? Sebagain besar orang pasti menjawab karena fatamorgana, karena Hajar menlihat fatamorgana di Marwa, menyangka itu adalah air kemudian dia berlari menghampiri dan tidak menemukan air di sana. Di Marwahpun begitu, melihat fatamorgana di Shafa dan kejadian berulang. Tapi pernahkah anda berpikir, kenapa bisa sampai 7 kali? Ketika anda melakukan kesalahn 1 atau 2 kali, mungkinkah anda melakukannya berulang-ulang hingga 7 kali? Padahal keadaan anda kritis saat itu, mungkinkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya ada pada percakapan antara Hajar dan Ibrahim as sesaat sebelum Ibrahim as pergi. Setelah Ibrahim selesai membangun sebuah rumah dari dahan pepohonan, meninggalkan bekal secukupnya, Ibrahim as bergegas pergi meninggalkan mereka berdua. Hajar bertanya, ”mau kemana?”, ”aku mau ke Syiria”, jawab Ibrahim as. ”Bagaimana kamu bisam meninggalkan kami di tempat tandus, tidak ada pepohonan, tidak ada air, dan tidak ada teman seorang pun”, protes Hajar, manusiwai sekali bukan? Tetapi Ibrahim as tidak menoleh walaupun Hajar terus memprotesnya. Akhirnya Hajar berkata, ”apakah ALLAH yang telah memerintahkanmu untuk melakukan ini?” Ibrahim mengiyakan. ”kalau begitu, ALLAH sungguh yang akan mengurus kami”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Jawabannya adalah karena tawakkal. Karena seorang Hajar memiliki keyakinan dalam hatinya bahwa ALLAH tidak akan menyia-nyiakannya, ALLAH-lah yang akan mengurusnya, bukan yang lain. Ketika percobaan ke2 dst dalam mencari air Hajar tidak berpikir ”ah, mungkin ini sama saja dengan yang tadi” atau ”ah, tadi juga saya sudah bergini ternyata tidak ada” tapi Hajar terus berlari dengan penuh keyakinan ”pasti ALLAH akan mengurus kami, ALLAHlah yang akan menolong kami di sini”. Tentu berbeda pengejawantahannya ketika hanya memiliki motivasi sedikit, berpikir ”mungkin ada” dengan motivasi kuat dan berkeyakinan mendalam ”pasti ada pertolongan”. Karena tawakkal berarti melimpahkan seluruh urusan pada ALLAH ta’ala. Karena tawakkal lahir dari buah keimanan yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita sepenuhnya bertawakkal pada ALLAH? Seperti tawakkalnya ibunda Hajar yang sa’i dalam keadaan kehausan? Atau tawakkalnya ibunda Maryam yang menggoyang pohon kurma tepat setelah melahirkan? Ah, sepertinya saya masih harus terus belajar. Semoga bisa sampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bukankah ALLAH yang mencukupi hambaNya? (Qs Az Zumar:36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an Al Karim&lt;br /&gt;Al-Bilali, Abdul Hamid. 2006. Taujih Ruhiyah Pesan-pesan Spiritual Penjernih Hati jilid 1. Jakarta: An Nadwah&lt;br /&gt;Al Hanafi, Muhammad bin Ahmad. 2005. Kisah Para Rasul Hiburan Bagi Orang Yang Berakal. Jakarta: Rihlah Press&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;gambar diambil dari pro.corbis.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-3542578813653825811?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/3542578813653825811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=3542578813653825811&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/3542578813653825811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/3542578813653825811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/12/belajar-dari-hajar.html' title='Belajar Dari Hajar'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/STNm2IKyYSI/AAAAAAAAABg/6-4ruo_X95E/s72-c/desert2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-2103289001442831477</id><published>2008-11-26T17:46:00.000+07:00</published><updated>2008-11-27T17:54:27.344+07:00</updated><title type='text'>Ada Mahasiswa Ngomongin Guru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SS57oZSsb_I/AAAAAAAAABQ/ZjBccySgD00/s1600-h/foto+nitip.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 113px; height: 170px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SS57oZSsb_I/AAAAAAAAABQ/ZjBccySgD00/s200/foto+nitip.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273288147611709426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang tau kapan hari guru? ada yang tidak ngeh kalau sebenarnya kemarin? Kalau seandainya saya tidak memiliki kakak yang seorang guru, yang terpaksa menginap di rumah karena harus berangkat ke sekolah pagi-pagi dan anaknya semaleman menangis keras-keras sehingga membangunkan seisi rumah, mungkin saya tidak akan ngeh kalau kemarin adalah hari guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya tiba-tiba bahas ginian? karena menurut saya banyak orang yang tidak tahu kapan hari guru, dan menurut saya juga hal itu karena memang tidak ada yang istimewa di hari guru. Padahal kita semua makan bangku sekolah lebih dari 10 tahun kan? yang selama itu pula, saban hari kita ketemu guru, dan diantara beratus-ratus hari kita sekolah itu ada lebih dari 10 hari guru yang pada saat itu kita bersama guru yang mestinya menjadi spesial karena itu hari mereka. (terlalu ribet ya bahasanya?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang ingatan saya (yang sebenarnya juga tidak bisa terlalu dipercaya) tidak ada perayaan khusus saat hari guru yang diadakan oleh para guru-guru sendiri, bahkan menyuruh murid mereka--yang sebenarnya saya pikir mereka cukup berwenang untuk itu--pun tidak. Dan satu hal yang membuat saya bingung adalah beberapa sekolah melakukan upacara di hari guru dengan para guru sebagai petugas upacaranya. Aneh kan? logika terbalik menurut saya. Sebagai contoh, di hari ibu, idealnya nih, para ibu nyantai seharian, ngga melakukan pekerjaan rumah tangga dsb, nah, kalau boleh disamakan mestinya di hari guru, para guru juga begitu, meskipun tidak nyantai seharian minimal lebih istimewa dibanding hari biasanya lah. Kok ini malah jadi petugas upacara? padahal para siswa saja sebenarnya malas untuk jadi petugas, lah kok ini, guru-guru itu, mau-maunya jadi "kacung" di upacara di hari spesial mereka? Atau jangan-jangan menjadi petugas upacara adalah aktualisasi diri mereka? jangan-jangan kalau lagi upacara dalem hati guru-guru itu mereka berbisik "kapan ya saya bisa ngerek bendera kaya mereka"? Kalau memang begitu faktanya sih, yah guru jadi petugas upacara di hari guru cukup bisa saya terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak bisa mengapresiasi diri sendiri", begitulah kata teman saya seorang calon guru tentang calon profesinya itu. Teman ini berkata demikian karena dia tidak mendapatkan penghargaan yang sebenarnya pantas dia dapatkan setelah menang seleksi mahasiswa berprestasi tingkat universitas (UNJ). Dia bingung melihat respon bahagia kami, teman-temannya yang anak UI, waktu mendengar kabar bahwa dirinya jadi mapres UNJ, karena menurut dia biasa saja. Di UNJ sendiri saja, teman-temannya tidak sebahagia atau semenghargai itu. Memang sih, mapres UI juga tidak sepopuler ketua BEM UI. Mapres UI paling terkenal mungkin shofwan karena dia juga pernah menjabat sebagai anggota MWA UM dan mengakhiri amanahnya dengan cara yang sangat kontroversial. Saya juga tidak ingat apakah ada spanduk ucapan selamat yang dipasang d depan halte UI waktu Mahardika menang tahun ini. Tapi minimal penganugerahan mapres UI dirayakan dengan makan-makan dan ceremony sampai jam 10 malam. Malam yang sungguh sangat prestisius. Dan, menurut teman saya, hal itu tidak ada di universitasnya, pencetak guru-guru. Di sana, hampir tidak ada spesialnya menjadi seorang mapres. Bahkan dia malah jadi sedih melihat kegembiraan kami, karena "orang-orang kampus gue sendiri aja ngga segitunya kaya kalian kok", katanya. Kakak saya yang kuliah di UNJ juga pernah cerita, dulu dia dan teman-temannya sampai membuat leaflet berisi ucapan selamat untuk temannya yang menang kompetisi, karena tidak ada orang lain yang melakukan, termasuk pihak universitas atau fakultas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa bisa begitu ya? apakah karena predikat "pahlawan tanpa tanda jasa" sehingga bahkan memberikan tanda jasa untuk diri sendiripun mereka jadi sungkan? Atau karena mereka terlalu low profile dan benar-benar menafikan semua pujian di dunia? Luar biasa kalau begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk para guru yang dengan ikhlas mendidik generasi bangsa..&lt;br /&gt;Untuk para guru yang dengan sabar mengajarkan kami kata demi kata..&lt;br /&gt;Untuk para guru yang dengan cinta menjadikan kami berguna..&lt;br /&gt;Semoga ALLAH membalas kebaikan kalian dengan berlipat ganda..&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-2103289001442831477?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/2103289001442831477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=2103289001442831477&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2103289001442831477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2103289001442831477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/11/ada-mahasiswa-ngomongin-guru.html' title='Ada Mahasiswa Ngomongin Guru'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SS57oZSsb_I/AAAAAAAAABQ/ZjBccySgD00/s72-c/foto+nitip.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-2904496189856103386</id><published>2008-11-21T16:07:00.002+07:00</published><updated>2008-11-27T18:00:47.018+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pelajaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Terus Mendekati Cahaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SS59kFarFrI/AAAAAAAAABY/URL1dsX0E0Q/s1600-h/light.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 113px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SS59kFarFrI/AAAAAAAAABY/URL1dsX0E0Q/s200/light.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273290272580245170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hewan apa yang khas keluar pada malam hari di musim hujan? yup, rayap. Biasanya hewan ini keluar di malam hari atau menjelang maghrib. Tidak cuma rayap tapi juga bentuk dewasanya, alias laron. Hanya sebentar laron-laron itu hidup, cuma sekitar semalam, biasanya keesokan harinya sudah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebelum kematiannya, dia bergerak mendekati cahaya, keren ya kak filosofi hidupnya" kata seorang adik kelas yang solihah banget. Ziiing..saya terdiam, iya juga ya, dalam beberapa jam setelah dia keluar ke permukaan dunia, laron-laron itu selalu bergerak mendekati cahaya, sebelum akhirnya dia mati beberapa jam kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Elvin pernah bilang, keistiqomahan sesorang dilihat dari akhir hidupnya. Untuk melihat orang ini istiqomah atau tidak, lihat saja akhir hidupnya, dalam keadaan apa, baik atau tidak, dekat dengan ALLAH atau tidak. Kalau saya pribadi, saya ingin menjadi bagian dari orang-orang yang istiqomah, oleh karenanya saya harap akhir hidup saya adalah akhir yang baik, sedang "berada dekat dengan cahaya", seperti laron-laron tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, karena kita tidak pernah tahu kapan akhir kehidupan kita, maka kita tidak bisa dengan mudah mengatur akhir hidup sesuai dengan yang kita inginkan. Oleh karena itu, seharusnya, setiap saat, setiap waktu, kita harus senantiasa bergerak mendekati cahaya, berada dalam lingkaran cahaya, atau berusaha bertahan untuk terus berada di dalamnya. Karena kapan saat pembuktian keistiqomahan kita itu, kita tidak pernah tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekalah untuk hari yang sudah pasti, sungguh kematian adalah muara manusia..&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-2904496189856103386?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/2904496189856103386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=2904496189856103386&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2904496189856103386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2904496189856103386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/11/terus-mendekati-cahaya.html' title='Terus Mendekati Cahaya'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SS59kFarFrI/AAAAAAAAABY/URL1dsX0E0Q/s72-c/light.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-8575947579809273156</id><published>2008-11-21T12:50:00.004+07:00</published><updated>2008-11-21T13:28:40.268+07:00</updated><title type='text'>Karena Memang Manusia Itu Unik</title><content type='html'>setiap manusia itu unik, saya dan anda adalah salah dua nya. tidak pernah ada dua manusia yang sama, baik fisik, psikologi, sosial, spiritual, intelektualfinansial, dll. Tidak pernah ada yang sama persis. menyadari adanya fakta ini, kita semua harus lebih berhati-hati (kadang-kadang jadi ngelesin juga si)karena kita tidak bisa serta merta "pukul rata" terhadap semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya ingin angkat tentang keunikan ini adalah yang berkaitan dengan persepsi orang terhadap hal-hal yang menyebalkan. Ah..dikarenakan saya tidak yakin apakah diksi saya tepat di kalimat terakhir saya berikan contoh konkrit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh pertama adalah seorang teman saya di kampus. Dia tidak suka jika ada orang yang bilang "kesian deh lo" padanya. "Kenapa si harus pake ngomong 'kesian deh lo' padahal ga ngomong gitu juga gapapa", katanya suatu hari dengan nada kesal. Padahal kata-kata kesian deh lo itu sudah seperti cape deh bagi anak-anak Jakarta, jadi mau tidak mau kita bakal sering mendengar kata itu. Dan itu berarti si teman saya ini akan sering sekali merasa kesal "kesian amat ni anak" kata saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kedua adalah teman SMA saya yang tidak suka dibilang penjahat (ya iyalah hehe). "Kaget aku waktu pe bilang 'penjahat lo Yu', kesannya gimana gitu, kalo jahat doang sih masih mending, tapi kalo penjahat kayanya udah parah banget". Yaah..maaf deh, bagi sebagian (kecil)orang menyebut kata "penjahat" sama biasanya dengan menyebut kata "bedebah" bagi pendekar-pendekar di film Wiro Sableng, sudah sangat biasa bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contoh ketiga adalah teman kampus saya yang lain --dan menurut saya ini fakta paling mengagetkan dibanding 2 contoh di atas-- "gw jijik (menurut dia jijik sama dengan kesel) kalo ada orang sms pake ada kata 'bales' apalagi kalo 'bales asap'. Yeeh..terserah gw dong mau bales itu sms atau ngga, kalo penting juga pasti gw bales tanpa perlu dia minta". Nah lo..banyak kan orang yang suka membubuhi kata BALES di akhir sms-nya? (kalo saya sih amat-sangat-jarang-sekali)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh terakhir adalah saya sendiri. Saya paling tidak suka dengan SMS yang mengandung tanda seru apalagi kalau tanda seru-nya ada di tiap akhir kalimat apalagi kalau ditambah huruf besar segala. Karena bagi saya penggunaan tanda seru dan huruf besar mengisyaratkan kemarahan dan perintah. Hei, siapa anda bisa perintah-perintah dan ngomelin saya? RosuluLLOH saja tidak pernah meng-sms menggunakan tanda seru dan huruf besar pada sahabat-sahabatnya (kalo ngga percaya buka siroh). Lantas siapa anda?&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lebih jelas ekarang apa yang saya maksud? lantas, apa pelajaran yang bisa diambil? Pertama, berhati-hatilah ketika berinteraksi dengan orang lain, kalau ada kata-kata yang baik kenapa menggunakan ejekan? kalau bisa senyum kenapa harus manyun? Karena sreg di hati kita belum tentu sreg di hati orang lain, enak di lidah kita belum tentu enak di lidah orang lain, sempit di badan kita, belum tentu sempit di badan orang lain (anda gendut sih..). Fal yaqul khairan au li yasmut, bicara yang baik atau diam, itu pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, berlapangdadalah dan ber-husnudzhon-lah, akrena menurut anda menyebalkan boleh jadi adalah hal yang biasa bagi orang lain. Saat anda manyun di pojokan karena kesal, teman anda sedang senyum riang sambil berkeliling, bukan karena dia sengaja tapi karena dia memang tidak tahu (dan tentu saja tidak bermaksud). Jadilah asertif, jangan pasif memendam semuanya sendirian, hidup sudah cukup susah, jangan dibuat tambah susah. Katakan apa yang tidak anda suka pada orang yang bersangkutan dengan cara yang baik. Jangan agresif, marah-marah, apalagi sampai SMS seperti ini "Heh PENJAHAT! gw ga suka dengan sikap elo itu tau! Jadi, elo mau merubah sikap elo itu ga? BALES ASAP!", karena kalau begini, cari musuh namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok? jadikan hari esok lebih baik ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dari pemikirulung untuk hari ini :) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-8575947579809273156?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/8575947579809273156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=8575947579809273156&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/8575947579809273156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/8575947579809273156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/11/karena-memang-manusia-itu-unik.html' title='Karena Memang Manusia Itu Unik'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-2801695848001873059</id><published>2008-11-20T10:07:00.000+07:00</published><updated>2008-11-20T10:29:21.606+07:00</updated><title type='text'>Pengennya Ke Lenteng Agung Kok!</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;abis buka nguping jakarta, entah kenapa tiba-tiba jadi pengen posting ginian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, di perjalanan menuju Pasar Rebo dari Duren Sawit, kami (saya dan boncengan saya) melihat sebuah reklame di pinggir jalan, bunyinya "sekarang nelpon ke Los Angeles lebih murah daripada nelpon ke Lenteng Agung" (kira-kira begitulah)&lt;br /&gt;saya: hahaha, lebay banget tuh iklan&lt;br /&gt;boncengan: iya, kalo kaya gitu bukannya malah ngga laku ya Lud? kan berarti kalo buat nelpon dalem negri jadi lebih mahal&lt;br /&gt;saya: iya, ya, malah jadi males punya gw, orang gw ngga punya temen di Los Angeles, temen gw di Lenteng Agung semua&lt;br /&gt;boncengan: iya, iya&lt;br /&gt;saya&amp;boncengan: hahaha&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-2801695848001873059?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/2801695848001873059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=2801695848001873059&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2801695848001873059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2801695848001873059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/11/pengennya-ke-lenteng-agung-kok.html' title='Pengennya Ke Lenteng Agung Kok!'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-836155872565288896</id><published>2008-10-28T17:35:00.005+07:00</published><updated>2008-10-29T17:48:15.295+07:00</updated><title type='text'>Tipe-tipe Blogger (pemikirulung version), Anda Termasuk Yang Mana?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SQg-gW48RsI/AAAAAAAAABI/7aB3fLhk2ls/s1600-h/blogger.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 166px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SQg-gW48RsI/AAAAAAAAABI/7aB3fLhk2ls/s200/blogger.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262524890203571906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terpengaruh beberapa postingan orang lain, akhirnya saya membuat daftar ini, berdasarkan pengalaman dan buah karya pemikiran (tsaah..)saya sendiri.&lt;br /&gt;Setiap blogger tidak harus hanya mewakili satu tipe blogger yang kemukakan, bisa juga merupakan kombinasi. &lt;br /&gt;Bisa kombinasi antara tipe 1, 2 dan 3 itu artinya jawabannya A. &lt;br /&gt;Atau 1 dan 3 artinya B. &lt;br /&gt;2 dan 4 berarti C&lt;br /&gt;Atau E bila benar semua.&lt;br /&gt;Jangan khawatir, tidak ada pengurangan nilai jika jawaban salah, sedangkan jawaban benar poinnya +4. (kok jadi kaya SPMB sih??)&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;Ok, langsung kita mulai, tipe-tipe blogger menurut pemikirulung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Blogger core competence&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Blogger tipe ini mengisi blognya dengan tulisan/artikel sesuai dengan latar belakang pendidikan masing-masing. Misalnya psikolog menulis tentang perilaku manusia, tugas perkembangan, dsb. Dokter menulis tentang patologi, manifestasi klinik suatu penyakit, dsb. Orang IT bikin blog tutorial, dll (apaan lagi ya?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Blogger curhat forever&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Isi blognya cuma seputar curhatan, cerita kejadian sehari-hari yang dialami,dsb. Tapi blogger curhat forever juga bisa dibagi lagi sesuai dengan gaya bercurhatnya. Ada yang sekedar curhat, menjadikan blog sebagai tong sampah, yang penting bisa muntahin unek-unek atau opini di situ, ada yang cerita tapi kemudian menarik hikmah dari pengalaman tersebut dan membaginya, jadi walaupun curhatan tetap bermakna, atau ada yang curhat dengan cara yang lucu, gokil, kocak, dst jadi para pembaca bisa terhibur dengan cerita dia. Saya pikir paling banyak blogger tipe ini. Raditya Dika dan Arham Kendari adalah contoh yang blog gokilnya sukses jadi buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Blogger cari duit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cara cari duitnya bisa macem-macem, bisa masang iklan Adsense, dkk atau memang ngeblog untuk nawarin dagangan misalnya laptop, handy craft, perlengkapan bayi, gorengan, nasi uduk, lontong sayur, dll (yang belakang fiktif, kali aja ada yang terinspirasi). Menurut saya, sah-sah aja jadi blogger macam ini, sambil menyelam minum sirop gitu loh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Blogger bedebah bikin onar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti namanya, isi blognya pastinya ngga bermutu banget. Isinya kebanyakan porno, bisa gambar atau cerita. Atau penghinaan, fitnah, provokasi terhadap kelompok tertentu. Atau bisa juga kombinasi keduanya, misalnya masang foto porno hasil rekayasa dengan background lambang partai tertentu. Walaupun udah sering di report abuse bareng-bareng kemunculan blog macam ini tetep banyak, kaya jamur di kaki atlet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Blogger kecelakaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya mereka ngga niat ngeblog, tapi terpaksa bikin account karena sesuatu hal, misalnya gemes pengen komen di blog orang atau sekedar download. Sebenernya orang kaya gini bisa disebut blogger ngga sih? saya juga bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Blogger banci template&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jarang posting, jarang blogwalking juga, tapi rajiiin banget gonta-ganti template. Aktivitas ngeblog yang paling dia suka adalah mengganti template dengan yang lebih bagus lagi (menurut dia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Blogger soleh dan solehah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengisi blognya dengan taujih, tausiyah, hikmah, tafsir Qur'an dsb, bisa juga review dari ceramah yang baru didapet. Atau ada juga hadis-hadis shohih, memberangus bid'ah di masyarakat. Mottonya mirip kaya majalah tarbawi "menuju kesolihah pribadi dan internet"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Blogger gw banget&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bikin blog untuk melampiaskan minat, bakat, kegemaran. Misalnya blogger hobi fotografi cuma meng-upload hasil jepretan di blognya, yang pujangga isi blognya puisi semua, atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bookaholic&lt;/span&gt; menuh-menuhin blog dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;review&lt;/span&gt; buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Blogger anget-anget tai ayam atau angin-anginan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah orang-orang yang komitmennya terhadap  dunia per-blog-an perlu ditanyakan (halah). Karakternya persis tahi ayam *maaf*, hangat ketika baru keluar dari kloaka tapi segera dingin setelah angin menerpa. Awal-awal punya blog rajinnya bukan main, dikit-dikit posting, tapi lama-lama jadi males, blog pun dianggurin. Atau angin-anginan, nulis cuma kalau ada angin muson barat berhembus dan berhenti kalau ada angin puting beliung menerjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Blogger kesian deh lo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semangat untuk ngeblog, tulisannya menginspirasi, idenya unik, bahasanya cerdas, dan seabrek keunggulan lain, tapi sayang keberuntungan tidak berpihak padanya. Akses internetnya terbatas, bukan pegawai yang punya fasilitas internet di kantor, bukan istri yang dikasi fasilitas internet sama suami, bukan anak yang dibekeli internet sama bapaknya, bukan pekerja yang punya gaji jadi bisa pasang internet di rumah, bukan mahasiswa yang punya laptop jadi bisa hotspot-an dimana-mana. Pokoknya ngga bisa ngenet sepuasnya. Untuk ngenet mereka mesti ngintip labkom buka atau tidak, nyikut temen buat gantian make komputer perpus, atau ngenet di warnet sambil ketar-ketir membandingkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;billing&lt;/span&gt; warnet dengan duit di kantong atau sibuk mikir apakah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;billing&lt;/span&gt; warnet bisa dibayar pake tenaga mencuci piring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Blogger all bout world&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Blog-nya bermakna banget, banyak info disini. Si-empunya blog memang niat begitu sih. Ada info baru di share, ada ilmu baru di share, ada pengetahuan baru juga di share. Di blog-blog macem ini kita jadi tau apa sebenarnya "Trebuchet", dari mana asal kata "alabama", siapa Tan Malaka, Obama lagi ngapain, sampe siapa kira-kira yang akan memenangkan perebutan harta warisan Ratu Horor Suzana. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah, itulah tipe-tipe blogger Indonesia, merasa bagian dari mereka? kalau masih ngga ngerasa juga, menganggap poin-poin di atas tidak mewakili anda, berarti anda masuk ke kategori blogger terakhir:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Blogger keras kepala ngga mau ngaku juga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Selamat Hari Blogger Nasional (27 November) maaf telat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-836155872565288896?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/836155872565288896/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=836155872565288896&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/836155872565288896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/836155872565288896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/10/tipe-tipe-blogger-pemikirulung-version.html' title='Tipe-tipe Blogger (pemikirulung version), Anda Termasuk Yang Mana?'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SQg-gW48RsI/AAAAAAAAABI/7aB3fLhk2ls/s72-c/blogger.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-8231800158822949046</id><published>2008-10-23T13:05:00.003+07:00</published><updated>2008-10-23T13:34:34.641+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Bangunlah Kalian Para Ayam</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SQAax6nZPLI/AAAAAAAAABA/y5MtZvYHPiQ/s1600-h/bebek+kyny.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 113px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SQAax6nZPLI/AAAAAAAAABA/y5MtZvYHPiQ/s200/bebek+kyny.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260233809619139762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;~mengutip taujih seorang ustadz sekitar dua pekan yang lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, suatu hari ada seorang anak yang berjalan-jalan di dalam hutan (hm..maaf kalau agak kurang masuk akal hehe), tiba-tiba langkah anak tersebut terhenti. Dia melihat di depannya tergeletak sebuah telur, cuma sebuah. Akhirnya telur itupun dibawanya pulang (namanya juga anak-anak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah, telur tersebut dia letakkan di dalam kandang ayam dirumahnya yang sedang mengeram. (anggap saja ayah atau kakek anak tersebut hobi beternak ayam dan kebetulan ayamnya sedang mengeram saat itu) Anak itu tidak pernah tahu telur apa sebenarnya itu, dan mungkin anak itupun tidak pernah berpikir jauh. Akhirnya telur yang sebenarnya telur elang itupun dierami oleh induk ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pekan kemudian (untuk info aja, telor ayam menetas setelah 21 hari), telur-telur itu menetas, termasuk si telur titipan. Anak-anak ayam itupun tumbuh, hidup, bersama anak elang sebagaimana biasanya hidup ayam-ayam yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu mereka hidup bersama, menjalani kehidupan sebagai anak ayam. Merasakan pahitnya dan kerasnya kehidupan dunia, tanpa ada kecurigaan "elo anak siapa?", "lo lahir dimana?", "dulu ketuker ngga di rumah sakit", dsb. Si anak elangpun sudah merasa sebagai anak ayam, ruhnya adalah ruh ayam muda.&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;Saat sedang asik-asik mencari makan, nyeker-nyeker di tanah, tiba-tiba ada seekor burung melintas, sebenarnya mengincar anak-anak ayam tersebut. Si anak elang, kagum melihat kegagahan burung tersebut bertanya pada saudara angkatnya&lt;br /&gt;(sebagai catatan, mereka berbicara dalam bahasa ayam, cuma saya takut anda tidak mengerti, jadi atas kebaikan hati saya, sudah saya terjemahkan ke bahasa manusia)&lt;br /&gt;"eh, apaan tuh, yang barusan terbang di atas kita?"&lt;br /&gt;"itu elang"&lt;br /&gt;"ooh elang, hebat sekali, bisa terbang, kenapa kita tidak bisa?"&lt;br /&gt;"yaiyalah, kita kan ayam, ngga bisa terbang, kalau elang, dia burung makanya bisa terbang"&lt;br /&gt;"tapi kita juga punya sayap, kalau kita belajar apakah kita bisa terbang seperti dia?"&lt;br /&gt;"ya enggaklah, sayap kita kan beda sama dia, bahasa sederhananya anatomi dan fisiologi tubuh kita berbeda, jadi ngga mungkin kita bisa terbang kaya dia"&lt;br /&gt;"oooh begitu ya.."&lt;br /&gt;"iya, udah jangan bengong aja ente, mending ikutan kabur bareng sodara-sodara kita yang laen, salah-salah kita bisa disamber sama tu elang"&lt;br /&gt;"oh, oke deh.."&lt;br /&gt;mereka berdua pun berlari, menghindar dari sergapan si elang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, sampai akhir hidupnya(ngga perlu saya ceritakan detail kan?) si anak elang tumbuh sebagai seekor ayam, tanpa pernah tahu dan tanpa pernah mencoba untuk menjadi seekor elang, yang bisa terbang tinggi dengan gagahnya. Si anak elang terjebak dalam pikiran "gw cuma anak ayam", tanpa pernah melebarkan sayapnya, mengasah kemampuannya, dan merasakan terpaan angin, merasakan udara menyelip diantara bulu-bulunya ketika membumbung di angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana dengan kita? sebenarnya siapa kita? apakah anak ayam yang seperti selama ini kita pikir? atau sebenarnya kita adalah elang, yang tanpa sengaja hidup di kerumunan ayam? kenapa kita masih saja jadi anak ayam yang cuma bisa berlari di atas tanah, saat elang-elang lain sudah mengangkasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunlah kalian para ayam, bentangkan sayapmu, asah kemampuanmu, mari kita terbang dengan lebih tinggi lagi, bahkan lebih tinggi dari elang lainnya..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;foto diambil dari pro.corbis.com, bukan ayam, bukan elang, bebek kayanya hehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-8231800158822949046?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/8231800158822949046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=8231800158822949046&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/8231800158822949046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/8231800158822949046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/10/bangunlah-kalian-para-ayam.html' title='Bangunlah Kalian Para Ayam'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SQAax6nZPLI/AAAAAAAAABA/y5MtZvYHPiQ/s72-c/bebek+kyny.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-71348370132954081</id><published>2008-09-17T17:11:00.004+07:00</published><updated>2008-10-23T13:46:01.407+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pelajaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='do&apos;a'/><title type='text'>Ketika Rezeki Itu Tidak Jadi Mampir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SPwurMbz-RI/AAAAAAAAAAw/BhHi1gAybzQ/s1600-h/money.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SPwurMbz-RI/AAAAAAAAAAw/BhHi1gAybzQ/s200/money.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259129784469027090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dulu, di rumah ada pajangan, yang masang mba-mbaku yang solehah. Pajangannya sederhana, Cuma lembaran tausiyah dari majalah yang dibingkai (gw juga bingung, sekarang pajangan-pajangan itu pada kemana ya? Tiba-tiba pada ngilang). Salah satu pajangan, judulnya Kunci Zuhud, di situ tertulis salah satu kunci zuhud adalah “Aku tahu rizkiku tak mungkin diambil orang lain, karenanya hatiku tenang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kecil, saya mencoba menginternalisasi nilai itu, bahwa setiap rejeki kita, tidak mungkin salah tempat, tidak ,mungkin jatuh ke tangan orang lain. Dengan begitu maka ketika kita mengalami kejadian luar biasa seperti kehilangan uang, kehilangan benda berharga, atau kehilangan kesempatan untuk mendapatkan uang dsb kita akan lebih mudah menerima dan ridho dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun di buku 5 Taujih Ruhiyah Untuk Aktivis Dakwah dan Harakah, buku yang entah sudah berapa kali saya baca –judulnya emang kesannya berat banget, tapi isinya bagus kok—di situ tertulis bahwa satu bekal keimanan seorang aktivis dakwah adalah ketika meyakini rejeki berada di tangan ALLAH. Apabila ALLAH telah menetapkan rejeki terhadap hambaNya maka tiada yang sanggup menghalanginya. Sebaliknya, apabila ALLAH tidak menghendaki rezeki atas hambaNya, maka tiada yang sanggup memberinya. Tak seorangpun meninggal dunia kecuali telah disempurnakan rezeki dan ajalnya. Efeknya, masih menurut menurut buku ini, seorang aktivis akan memiliki sifat kedewasaan, kasih sayang, itsar, bebas dari perbudakan nafsu dunia, rakus, egois, bakhil dan yang sangat penting adalah senantiasa bersyukur atas apa yang telah ALLAH karuniakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata mengamalkannya tidak mudah juga. Mungkin mudah bagi kita berkoar-koar menasehati orang lain agar begini-begitu, tapi ketika kita dihadapkan dengan masalah yang aktual, here and now, ternyata responnya tidak selalu seperti yang seharusnya dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;Bertemu dengan kejadian seperti ini, suatu hal yang erat kaitannya dengan kehilangan sesuatu yang saya pikir akan jadi rezeki saya, ternyata proses penerimaannya tetap saja sulit, masih harus melewati deny, anger, bargain, bahkan depression juga. Dan ketika saya memandang diri sendiri yang susah hati begini jadi membuat saya berkontemplasi apakah memang stock keimanan yang saya miliki tidak cukup? Sehingga bahan bakar keimanan itu tidak dapat menyalakan tungku keridhoan? Hal yang juga sangat berbahaya adalah ketika akhirnya ke-susah-hati-an kita (atau saya) menuju ke arah ketidaksyukuran atau bahkan kufur nikmat, masya ALLAH. Alih-alih mendapatkan rezeki, malah azab ALLAH yang datang. Oleh karena itu, dari dulu sampai sekarang doa ini menjadi salah satu doa favorit saya, doa yang diajarkan RasuluLLAH SAW pada sahabatnya Mu’adz bin Jabal&lt;br /&gt;&lt;em&gt;ALLAHumma a’inni ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik&lt;br /&gt;Ya ALLAH bantulah aku untuk senantiasa mengingat dan bersyukur kepadaMu serta beribadah dengan baik&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Karena memang benarlah, pada akhirnya hanya pada ALLAH saja saya dapat meminta pertolongan termasuk dalam rangka agar senantiasa bersyukur kepadaNya. Karena Dialah penggenggam hati kita bukan? Semoga saya (dan anda semua) menjadi bagian dari hamba-hambaNya yang senantiasa bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gambar diambil dari pro.corbis.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-71348370132954081?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/71348370132954081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=71348370132954081&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/71348370132954081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/71348370132954081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/09/ketika-rezeki-itu-tidak-jadi-mampir.html' title='Ketika Rezeki Itu Tidak Jadi Mampir'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SPwurMbz-RI/AAAAAAAAAAw/BhHi1gAybzQ/s72-c/money.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-2475749367055905119</id><published>2008-09-05T13:50:00.004+07:00</published><updated>2008-10-20T14:12:32.175+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='qur&apos;an'/><title type='text'>Tak Kunjung Dicinta Karena Buruk Rupa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SPwvQ22E1wI/AAAAAAAAAA4/W2YwK9SLVPA/s1600-h/iguana.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SPwvQ22E1wI/AAAAAAAAAA4/W2YwK9SLVPA/s200/iguana.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259130431508633346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apakah sama-sama memiliki kecantikan atau ketampanan fisik menjamin kelanggengan sebuah pasangan? Apakah orang yang cantik dan tampan lebih mudah dicintai dibandingkan dengan orang yang tidak demikian? Jawabannya mungkin belum tentu. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa penampilan fisik menjadi salah satu alasan untuk tertarik pada orang lain (baca: lawan jenis). Tertarik dengan kecantikan atau ketampanan juga menjadi salah satu alasan untuk mencintai orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah cinta karena dirinya cantik atau tampan akan berlangsung terus menerus? sepanjang masa (kalau akhirnya) hidup bersama? Lagi-lagi jawabannya tidak juga. Seorang teman pernah bilang pada saya, memang ketertarikan pada penampilan fisik itu diperlukan, bisa menumbuhkan rasa suka, tapi itu hanya di awal hubungan karena nati hal itu akan berubah, semua itu akan menjadi nomor sekian setelah sika, prilaku, dll. Seorang istri yang amat cantik tidak akan lagi dianggap begitu jika perilakunya tidak menyenangkan suaminya. Atau seorang suami tampan tidak akan lagi terlihat tampan jika sikapnya tidak menyejukkan dan begitu berkenan di hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lagi-lagi saya ingin bertanya, apakah teori ini terjadi pada semua pasangan? jawabannya pun lagi-lagi tidak. Di buku catatan hati sorang istri, Asma Nadia bercerita ada seorang suami yang masih tidak bisa mencintai istrinya setelah bertahun-tahun menikah dan memiliki 4 orang anak karena istrinya sama sekali tidak cantik. Hidup selama bertahun-tahun bersama dan saya yakin sudah banyak kebaikan pada istrinya yang dia lihat tidak kunjung membuatnya jatuh cinta, hanya karena, sekali lagi, istrinya sama sekali tidak cantik. Di akhir cerita Asma Nadia menulis ingin sekali meninju pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pekan lalu Ust Abdul Azis menceritakan kisah serupa, tapi kali ini diangkat dengan sudut pandang berbeda sungguh luar biasa. dalam kajian yang bertemakan "Hidup di Bawah Naungan Qur'an", ustadz berkisah tentang seorang pria. Dulu, hiduplah seorang pria. Pria ini memiliki kedudukan yang baik di masyarakatnya, da'wahnya begitu mudah diterima, kata-katanya begitu didengar, pendapatnya begitu diperhatikan, saran-sarannya diminta, bahasa sederhananya "dekat di hati masyarakat". Sampai-sampai ada seseorang penasaran apa rahasianya sehingga dia memiliki keistimewaan demikian. Akhirnya ditanyakanlah pada orang tersebut, tapi setiap kali ditanya, setiap kali pula orang tersebut tidak mau memberitahukan rahasianya. Namun setelah berkali-kali ditanya, akhirnya diapun luluh dan mau menjawab "baiklah saya beritahu, tapi ini rahasia, jangan diberitahukan kepada orang lain, kau baru boleh memberitahukannya setelah aku meninggal" begitu syaratnya. Orang tersebut bercerita bahwa dia memiliki seorang istri, tapi dia tidak suka pada istrinya karena rupa istrinya yang amat tidak cantik, bahkan setelah 19 tahun menikah, perasaannya tetap tidak berubah. Tapi kemudian dirinya bersabar karena semata-mata mengingat firman ALLAH SWT dalam QS 4:19 "Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal ALLAH menjadikan kebaikan yang banyak padanya." Begitulah, karena motivasi pria ini adalah menjalankan perintah ALLAH dalam Al Qur'an, maka ALLAH pun memberi balasan kebaikan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun dalam kapasitas kita sebgai manusia besar kemungkinan kita akan kesal mendapati pria (atau mungkin juga wanita macam ini). Adik kelas saya, yang saya tunjukkan tulisan ini saja berkata dengan wajah sedihnya "ga kebayang gimana perasaan istrinya kalau tahu". Atau mungkin saya akan memilih membantu Mba Asma meninju pria macam ini. Tapi apalah artinya penilaian kita sebagai manusia kalau ALLAH saja begitu menghargai pria ini (pria dalam kasus ke-2) yang menyimpan rapat-rapat perasaannya, menjaga perasaan istrinya dan mengembalikannya pada ALLAH saja. Ternyata benarlah, jika kita hidup di bawah naungan Qur'an, semuanya pasti lebih indah.   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;gambal diambil dari pro.corbis.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-2475749367055905119?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/2475749367055905119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=2475749367055905119&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2475749367055905119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2475749367055905119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/09/tak-kunjung-dicinta-karena-buruk-rupa.html' title='Tak Kunjung Dicinta Karena Buruk Rupa'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_dMviLPeeH-o/SPwvQ22E1wI/AAAAAAAAAA4/W2YwK9SLVPA/s72-c/iguana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-2591536972006850164</id><published>2008-09-05T13:48:00.000+07:00</published><updated>2008-09-05T13:49:56.915+07:00</updated><title type='text'>Kawan-kawan Penghormat Privasi</title><content type='html'>Setiap orang pasti punya hal-hal pribadi dalam hidupnya. Ada hal-hal yang sifatnya privasi dan tidak bisa dikonsumsi bersama. Banyak rahasia yang rapat-rapat disimpan dan cukup diketahui berdua, dirinya dan Tuhannya. Serta tidak semua pertanyaan orang lain bisa diberikan jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sepertinya sudah fitrahnya manusia, cenderung merasa penasara jika mencium aroma rahasia. Mengorek keterangan yang disimpan rapat-rapat menjadi sebuah tantangan yang perlu ditaklukan dengan perkasa. Bertanya "ada apa si?", "memang kenapa si?", dan "siapa si?" terus dilontarkan dengan gencarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah saya ternyata tidak semua orang demikian. Masih ada orang-orang yang mendengar info menggelitik sedikit tidak kemudian penasaran. Berhenti bertanya jika jawabannya hanya diam. Mengetahui rahasia atau urusan orang lain tidak dijadikan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;Kagum dan terima kasih saya pada orang yang melihat air mata meleleh di pipi tidak bertanya dengan berapi-api "apa yang sudah terjadi?". Penghargaan saya untuk orang yang dijawab "ada deh, maaf tidak bisa diceritakan" berhenti bertanya dan menghormati. Hormat saya untuk orang yang tidak bertanya macam-macam ketika yang bersangkutan terlihat tidak ingin berbagi. Simpati saya untuk orang yang menekan perasaan dan memilih menghargai privasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;~untuk dua orang kawan ikhwan, rekan syuro saya beberapa hari yang lalu, yang memilih untuk tidak bertanya apa-apa dan melanjutkan syuro sebagaimana mestinya demi menjaga privasi kawan saya yang lain, kagum saya pada kalian berdua...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-2591536972006850164?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/2591536972006850164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=2591536972006850164&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2591536972006850164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2591536972006850164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/09/kawan-kawan-penghormat-privasi.html' title='Kawan-kawan Penghormat Privasi'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-5631086209210876889</id><published>2008-09-01T12:59:00.003+07:00</published><updated>2008-09-03T12:18:47.993+07:00</updated><title type='text'>Nikmatnya Ramadhan Pagi Ini</title><content type='html'>Paru-parumu masih dapat mengembang dan terisi udara lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otot jantungmu masih dapat memompa darah ke seluruh arteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang otakmu masih berfungsi sehingga kau tidak di vonis mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rejekimu masih mengalir sehingga kau masih mendapatkan santap sahur tadi pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarafmu masih berfungsi sehingga kau bisa mempersepsikan berbagai sensori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka.. &lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;Masih pantaskah kau berkeluh kesah hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesempatan yang ALLOH berikan untuk menikmati jamuan Ramadhan tahun ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah saudaraku, dan tersenyumlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan buat Ramadhan kita kecewa lagi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(gaya tulisan gw udah kaya Om Aidh Al Qorni belom?)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-5631086209210876889?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/5631086209210876889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=5631086209210876889&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/5631086209210876889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/5631086209210876889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/09/nikmatnya-ramadhan-pagi-ini.html' title='Nikmatnya Ramadhan Pagi Ini'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-8293756678013416381</id><published>2008-08-29T17:43:00.003+07:00</published><updated>2008-08-29T17:57:14.859+07:00</updated><title type='text'>Satu-satu Gw Beresin</title><content type='html'>Mulai sekarang, blog ini akan saya kelola dengan lebih benar. Setelah masuk ke blogger lebih mudah, saya jadi berpikir untuk memulai lagi aktivitas nge-blog di sini. Tapi akhirnya terbentur dengan keterbatasan saya dalam hal mengedit dan sebagainya. Makanya template pun amat sederhana sekali. Sebenarnya sudah ada teman yang bersedia bantu "mengacak-acak" tapi berhubung dia sibuk, dan saya tidak terlalu suka jadi "tangan di bawah" maka saya bertekad akan melakukannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke..dimulai dengan adanya read more..yang akhirnya berhasi diadakan..hufff....dan selanjutnya &lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan saya tambahkan hal-hal lain (sebenernya juga belom tau apaan aja). Baiklah..mari kita ramaikan blog yang sepi kaya kuburan ini. (bahkan kuburan di deket rumah gw juga ga sepi-sepi amat kaya gini lo..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat!! gaya superman mau terbang tapi ga pake celana dalem di luar hehehe&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-8293756678013416381?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/8293756678013416381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=8293756678013416381&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/8293756678013416381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/8293756678013416381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/08/satu-satu-gw-beresin.html' title='Satu-satu Gw Beresin'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-2475539256526138089</id><published>2008-08-05T15:43:00.005+07:00</published><updated>2008-08-29T17:41:18.887+07:00</updated><title type='text'>Spesial Untuk Yang Tidak Lolos SPMB -atau apapun namanya sekarang-</title><content type='html'>Waktu masih SMA, ketika mendengar atau berkenalan dengan orang yang tidak lolos SPMB (TL SPMB) saya langsung berpikir "ini orang pasti ga pinter". Tapi persepsi itu langsung berubah ketika saya mengalaminya sendiri di tahun 2004. Bukannya karena saya tidak mau dibilang tidak pintar -karena saya memang pintar hehe- tapi karena saya bisa melihatnya lebih dekat, dengan sudut pandang yang berbeda pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali orang menilai keberhasilannya belajar di SMA adalah dengan kelolosannya di SPMB. Waktu MOS (Masa Orientasi Sekolah) SMA seorang teman sekelas menjawab "biar diterima di PTN" waktu ditanya kenapa memilih SMA ini. Seorang senior di REMAS (ekskul saya waktu SMA) menilai salah satu prestasi REMAS dan menyampaikannya ke adik-adik kami yang masih SMA dengan presentase anggota REMAS angkatannya yang lolos SPMB, saya yang mendengarnya agak risih dan berbisik ke teman saya yang juga TL SPMB "kita cuma beban statistik ya pi". Makanya tak heran kalau sampai ada seorang teman kelas 3 dulu, yang TL SPMB dan akhirnya masuk PTS, malu untuk datang reuni karena merasa inferior dibanding teman-teman sekelas yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2004, ketika saya tidak menemukan nama saya di koran, saya merasa kaget dan tidak percaya apalagi skor SPMB saya --dicek di NF-- tidak pernah di bawah 750. Dan skor saya itu masih lebih tinggi dibanding teman-teman yang namanya tercantum di koran. Tapi akhirnya saya bisa menerima, setelah saya membuat list hal-hal yang jadi bisa saya lakukan karena TL SPMB, mengingat orang-orang yang saya kenal yang juga TL SPMB dan menyadari bahwa teman senasib saya lebih banyak dibandingkan yang lolos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun saya akhirnya lolos di tahun 2005 tapi saya tetap merasa lebih dekat dengan orang-orang yang TL SPMB. Mungkin kalau di sebuah acara, orang-orang yang ada di situ diminta memisahkan diri antara yang lolos dan TL SPMB,  saya secara otomatis akan bergerak ke barisan TL SPMB. Bukan karena tidak bersyukur, tapi karena memang kegagalan itu banyak memberi kesan untuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 1 kemarin, saya begitu merasa tersentuh melihat iklan sebuah produk teh di koran yang mencantumkan kelulusan. Di situ ditulis daftar plan dengan plan pertama yang bertuliskan lolos SPMB yang dicoret dan tulisan di pojok kiri bawah "apapun rencananya yang penting serius ngejalaninnya" (kira-kira begitu redaksinya). Saya jadi bernostalgia ke hari-hari di Agustus 2004.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TL SPMB bukanlah hal yang hina, tidak membuat kita lebih rendah dari orang lain, tidak membuat hidup kita berakhir dan menutup peluang keberhasilan di masa depan. Kegagalan adalah sebuah tarbiyah dari ALLAH. Kegagalan seringkali membuat kita lebih dewasa, membuat kita kembali menunduk ke bumi dan menyadari bahwa hidup ini tidak sendiri dan ada orang-orang lain yang lebih utama dari kita. Kegagalan juga membuat kita lebih menikmati keberhasilan ketika memperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, untuk teman-teman yang diberi hadiah oleh ALLAH dengan kelolosan di SPMB, janganlah memandang orang yang TL SPMB lebih rendah dan merasa lebih mulia dari mereka. Cobalah untuk berempati karena ada seorang teman yang sampai BT setengah mati pada temannya yang selalu menceritakan dengan berlebih-lebihan tentang kehidupan kampus dan hari-harinya sebagai mahasiswa baru di depan dirinya yang TL SPMB. Padahal, keberhasilan kalian sesungguhnya tidak ada apa-apanya tanpa pertolongan ALLAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminjam kata-kata Sherina "Lihatlah lebih dekat dan kau akan mengerti"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-2475539256526138089?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/2475539256526138089/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=2475539256526138089&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2475539256526138089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2475539256526138089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/08/spesial-untuk-yang-tidak-lolos-spmb.html' title='Spesial Untuk Yang Tidak Lolos SPMB -atau apapun namanya sekarang-'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-5609436028880862525</id><published>2008-06-23T15:03:00.001+07:00</published><updated>2008-06-23T15:06:06.479+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasihat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita masa kini'/><title type='text'>Jangan Selalu Berkata “I wanna be myself”</title><content type='html'>“Tidak bisa memperlakukan orang lain dengan baik”, itulah sebuah vonis seorang teman untuk saya. Konsep diri saya runtuh seketika. Mengetahui bahwa dalam lebih dari 20 tahun kehidupan tidak memperlakukan orang lain dengan baik sungguh pukulan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah (teman saya mengatakan itu di kampus), saya hanya di dalam kamar dan menangis. Kata-kata “tidak bisa memperlakukan orang lain dengan baik” terngiang-ngiang. Ketika saya menyadari kenapa saya begitu gampang down seperti ini dan saya bertanya-tanya apa yang harus saya lakukan, saya SMS seorang teman psikologi dan dia menyarankan agar saya mencari bantuan professional (huf..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sungguh bukan itu yang akan saya bahas disini. Yang akan saya bahas adalah jawaban dari seorang teman bijak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, ditengah ketakutan dan kemalasan saya untuk berinteraksi dengan orang lain, karena saya takut salah lagi, ditengah keengganan saya untuk hadir dalam forum atau acara sebagai orang yang banyak berbicara, ditengah rencana saya untuk kalaupun saya harus hadir, saya cukup menempatkan diri sebagai figuran, duduk manis mendengarkan, saya SMS seorang teman. Saya tanya padanya benarkah saya tidak memperlakukan orang lain dengan baik. Ternyata teman saya tidak membantah, dia membalas “untuk orang-orang yang perasa dan sensitive bisa jadi seperti itu. Tapi gw kan bukan tipe kaya gitu”. Sayapun balas “ho..jadi bener ya.hh..gw nangis-nangis semalem mikirinnya, jadi males berinteraksi dengan orang lain, karena gw takut salah terus”&lt;br /&gt;Teman sayapun balas lagi “Ya ALLAH Pe..kadang kita emang harus nangis dulu untuk berbenah diri..Intinya jangan selalu berkata ‘I wanna be myself’ karena kita emang manusia yang banyak salah dan dosa..kadang kita juga harus liat dari mata dan dengar dari telinga orang lain untuk tau siapa kita. Tapi be grateful anyway..bersyukurlah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa memang teman saya satu ini. Seringkali saya dinasehati untuk menjadi diri sendiri. Tapi kemudian saya teringat dengan judul blog ini. Kalau memang diri ini masih banyak kekurangan, lantas kenapa kita hanya mau menjadi diri sendiri. Kenapa kita tidak ingin menjadi setegar Sumayyah, secerdas ‘Aisyah, setangguh Nusaibah, kenapa kita hanya membatasi dengan menjadi diri sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih untuk teman-teman yang tidak hanya mengkritik, tapi kemudian memberi solusi. Terimakasih untuk teman-teman yang tidak hanya melihat aib, tapi kemudian menasehati. Terimakasih untuk teman-teman yang masih menjadi bintang di langit kehidupan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andai bukan karena bangun di waktu sahur dan berteman dengan orang-orang baik, niscaya aku tidak mau memilih tinggal di dunia ini” (Imam Syafi’i rahimahuLLAH)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-5609436028880862525?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/5609436028880862525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=5609436028880862525&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/5609436028880862525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/5609436028880862525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/06/jangan-selalu-berkata-i-wanna-be-myself.html' title='Jangan Selalu Berkata “I wanna be myself”'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-5031492423593598489</id><published>2008-06-05T13:41:00.000+07:00</published><updated>2008-06-05T14:02:35.929+07:00</updated><title type='text'>(Maksa) Menunggu Tuan Atau Nona Sempurna</title><content type='html'>Seorang pria umur 37 tahun sedang mencari istri. Sebelumnya pria ini telah berkenalan dengan beberapa wanita, tapi tidak ada yang cocok. Usut punya usut, akhirnya dismpulkan bahwa sepertinya pria ini memilih pasangan hidup yang sederajat dengannya. Akhirnya dicarikanlah wanita yang kira-kira sesuai dengan latar belakang pria tersebut yang lulusan S2 di Jerman, anak mantan seorang anggota DPR. Dapatlah seorang wanita, umurnya 37 tahun, lulusan S2 di Inggris. "Mba tapi tolong carikan yang penampilannya lumayan (cantik -red) ya", kata sang mediator pria. "Iya, ini ceweknya cantik kok" kata mediator perempuan "aku udah tahu lah cowok itu pengen nyari yang kaya apa" katanya dalam hati.&lt;br /&gt;Tapi akhirnya apakah pria ini cocok dengan wanita tersebut? "Dia maunya maksimal 30 (tahun) mba" si mediator pria berusaha menjelaskan kenapa akhirnya proses itu gagal lagi. Dan akhirnya pria itu meneruskan kisah membujangnya. Sudah 37 tahun dan masih maksa mencari yang sesuai dengan kriterianya yang begitu tinggi? saya tidak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mau istri yang cantik, kaya, pinter, udah lulus kuliah, tapi masih 19 tahun" syarat yang membuat saya teringat dengan syarat dukun yang mau nyembuhin orang, "cari telor dari ayam yang masih perawan". Kalau mau perempuan cantik, kaya, berpenghasilan besar, masih belasan tahu, ada tuh banyak, lagi pada syuting sinetron remaja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolong cariin istri yang cantik, putih, tinggi, solehah," syarat yang mengingatkan saya ke masjid di deket rumah. Disana ada putih, tinggi, setiap waktu sholat pasti ada di masjid, ngga cuma satu lagi, kayaknya ada lima,tapi bukan manusia, tiang masjid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan mendapat pasangan dari jenis kita sendiri kok, jadi sudahlah, hentikan memasang kriteria begitu tinggi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-5031492423593598489?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/5031492423593598489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=5031492423593598489&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/5031492423593598489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/5031492423593598489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/06/maksa-menunggu-tuan-atau-nona-sempurna.html' title='(Maksa) Menunggu Tuan Atau Nona Sempurna'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-1548993914088975543</id><published>2008-06-05T13:26:00.000+07:00</published><updated>2008-06-05T13:30:28.643+07:00</updated><title type='text'>Gagal Kok Direncanakan?</title><content type='html'>Beberapa bulan lalu, saat proses pemilihan dekan bergulir, di papan komunikasi di pasang kertas lebar yang didalamnya mahasiswa atau civitas academica yang lain bisa menyalurkan aspirasinya tentang harapan mereka terhadap dekan. Dari sekian banyak komentar yang ditulis, ada sebuah komentar yang menarik, "kembalikan kebijakan HER" (kira-kira begitu, maaf saya lupa redaksionalnya). Di fakultas saya memang tidak ada HER atau ujian perbaikan, jadi mahasiswa yang nilainya kurang atau tidak lulus ya terpaksa mengulang lagi mata kuliah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas komentar atau aspirasi itu terlihat biasa saja, tapi kemudian saya baru menyadari kebodohannya ketika seorang dosen membahas di kelas. "Mahasiswa kok ngga berpikir positif sih? kok minta HER diadain lagi, berarti dia itu udah pesimis nilai ujiannya bakal jelek, makanya butuh HER". Anak-anak yang dengarpun sontak tertawa, iya ya meminta HER diadakan lagi sama saja pesimis dan memprediksikan akan punya nilai jelek di suatu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi juga kemarin, teman sekelas saya menulis "besok tinggal nangis-nangis" (ini juga kira-kira, saya lupa redaksional persisnya) di status YMnya. Hari ini kami memang menjalani ujian untuk mata kuliah yang agak sulit, 4 SKS dan hapalannya banyak sekali. Tingkat kesulitan diperparah dengan keluarnya bahan UTS di UAS, jadi puluhan handout harus dipelajari. Apalagi pengalaman UTS kemarin untuk mata ajar ini yang subhanaLLAH susah, baik MCQ maupun essay. Tapi walaupun begitu, selama soal belum ditangan, dahi ini belum berkerut mengerjakan soal, seharusnya kita tidak pesimis dan bahkan merencanakan akan dibuat "nangis" oleh soal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu contoh lagi, yaitu ketika technical meeting untuk kampanye hari anti tembakau sabtu lalu. Beberapa orang yang hadir mempertanyakan bagaimana teknis dan prediksi keberhasilan menegur para perokok agar mematikan rokoknya. Seseorang malah sampai mengeluarkan statement, "yah susah, apalagi kita tau kan perokok itu kan udah kecanduan sama rokoknya jadi kalo disuruh matiin dan cuma ditukar permen mereka pasti ngga mau, ngga sebanding" terus ditambah yang lain "ya..karena perokok itu sudah kecanduan dengan rokok dan pasti bakal susah disuruh matiin rokoknya kalau gitu kita ngga usah maksa..bla-bla". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merencanakan kegagalan, itulah yang terjadi. Kedengarannya mustahil, tapi itulah yang terjadi. Padahal gagal dalam merencanakan saja sudah berarti merencanakan kegagalan, lantas bagaimana hasilnya kalau dari awal kegagalan itu sudah direncanakan? Semoga kita terhindar dari hal-hal demikian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-1548993914088975543?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/1548993914088975543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=1548993914088975543&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/1548993914088975543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/1548993914088975543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/06/gagal-kok-direncanakan.html' title='Gagal Kok Direncanakan?'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-1579496405734201376</id><published>2008-05-15T13:17:00.000+07:00</published><updated>2008-05-15T13:20:29.878+07:00</updated><title type='text'>Kemanan Berkendara dan Penggantian Identitas, Sebuah Tinjauan Realita dan Kebodohan Sinetron</title><content type='html'>Akhir-akhir ini saya semakin sering melihat pengendara motor yang menyelipkan hpnya di helmnya tepat di depan telinga. Meskipun saya tidak tahu pasti alasan mereka menyelipkan hp di situ, tapi saya yakin alasan mereka bukan karena melidungi telinga dari kebisingan, melindungi telinga dari hawa dingin seperti saat musim dingin seperti di negara-negara dengan 4 musim atau untuk mencegah kotoran telinga menetes keluar dan mengotori helm. Kemungkinan besar (dan hampir bisa dipastikan benar) alasan mereka adalah agar tetap bisa berkomunikasi lewat hp meskipun sedang berkendara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali melihat pengendara motor yang melakukan hal  demikian saya sempat berpikir “sebegitu besarnyakah kebutuhan berkomunikasi sampai-sampai harus tetap dilakukan meskipun sedang bawa motor?”&lt;br /&gt;Perilaku seperti ini sebenarnya sungguh berbahaya karena pada dasarnya mengendarai sesuatu membutuhkan konsentrasi sedangkan mengobrol dengan orang lain apalagi di telepon adalah sebuah distraksi yang cukup signifikan. Kondisi jalan yang selalu berubah ditambah dengan keadaan kita yang bergerak dengan kecepatan tertentu selayaknya dikompensasi dengan tidak meleng saat berkendara. Seorang karyawan FIK bercerita dulu pernah ada polisi yang meninggal di dalam lingkungan UI setelah menabrak  pohon karena dia meleng sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dulu sudah ada peringatan untuk tidak menelepn saat mengendarai mobil karena bahayanya. Apalagi ditambah kenyataan bahwa laki-laki memiliki kelemahan tidak dapat melakukan berbagai pekerjaan dalam satu waktu. Bahaya menelepon saat berkendara ini juga bayak digambarkan di sinetron. Diawali dengan adegan jatuhnya hp yang sedang digunakan saat menyetir kemudian si driver repot-repot meraba-raba berusaha memungut hpnya. Saat sedang tidak melihat jalan di depan, entah bagaimana bisa, tiba-tiba di depan ada pohon, jurang, atau truk besar, dan kemudian mobilpun menabrak. Si driver (biasanya pemeran utama atau pemeran pendamping) lalu hilang ingatan dan ditolong oleh janda yang masih denial dengan kepergian suaminya dan kemudian memberi identitas baru untuk si driver alias mengaku-aku bahwa dirinya adalah istri si driver. Dan percayalah, tidak cuma satu sinetron yang punya cerita seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri, kebutuhan berkomunikasi di jaman sekarang ini memang sangat tinggi. Ada yang pernah bilang bahwa tingkat kesejaheraan seseorang bisa diukur dari pengeluarannya untuk berkomunikasi, idealnya belanja untuk kebutuhan komunikasi lebih besar dari belanja kebutuhan dasar. Komunikasi juga salah satu sarana silaturahim, sebuah kegiatan yang begitu dianjurkan RosuluLLOH dan begitu banyak manfaatnya. Tapi apakah harus sampai menanggung risiko membahayakan diri sendiri dan bahkan orang lain? Saya rasa tidak. Kalau memang mendesak menepilah sebentar karena saya yakin anda pasti tidak ingin cuma karena menelepon anda harus celaka, dan kalau beruntung masih hidup, harus terbaring di RS dengan memori otak yang hilang ditemani seorang janda yang mengaku-aku istri anda sementara istri dan anak-anak anda di rumah sedang tahlilan sambil bersimbah air mata (hehe sinetron banget kan?)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-1579496405734201376?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/1579496405734201376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=1579496405734201376&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/1579496405734201376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/1579496405734201376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/05/kemanan-berkendara-dan-penggantian.html' title='Kemanan Berkendara dan Penggantian Identitas, Sebuah Tinjauan Realita dan Kebodohan Sinetron'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-8166957712282328447</id><published>2008-05-08T10:35:00.000+07:00</published><updated>2008-05-08T10:36:05.147+07:00</updated><title type='text'>Melihat Kuaci Lebih Dalam</title><content type='html'>Di kelasku, Reguler 2005, bisa dibilang kelas yang paling aktif dalam urusan perdagangan. Segala macem barang ada yang jual di kelas, mulai dari makanan, baju, pulsa sampe alat-alat kosmetik, yah meskipun pasang surut. Bahkan kelas kita sampe ditegor, katanya ngga boleh jualan di kelas lagi. Tapi tetep aja setiap hari pasti ada yang jualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dagangan yang akhir-akhir ini jadi primadona di kelas adalah kuaci. Ya, kuaci, entah kali ini kuaci dari biji bunga apa tapi sepertinya omset penjualan kuaci cukup tinggi di kelas. Sampe-sampe suatu siang temenku bawa sampah kulit kuaci yang baaanyaak banget buat di buang di tong sampah, dia bilang "nih liat sampahnya aja sampe segini banyak, berarti setiap hari kita menghasilkan banyak banget cuma dari kuaci" (dan itu sampah belum dari seluruh pemakan kuaci di kelas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku bilang kuaci itu adalah makanan yang menurunkan produktivitas, gimana tidak, makanan yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar itu perlu proses yang agak merepotkan untuk memakannya. Setiap biji ada kulitnya yang mesti dikupas, dan begitu dibuka, dikunyah ngga sampe beberapa detik udah habis dan kita mesti ngupas lagi, begitu terus ampe pegel, dan bibir jadi kebas kalo ngupasnya pake gigi. Waktu yang mestinya bisa digunakan buat hal lain jadi dipake buat mengupas kuaci satu demi satu, aturan bisa baca buku, qur'an atau ngenet jadi konsen cuma buat ngupasin kuaci!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi jangan salah Di," kata seorang teman akhwat sholehah, "kuaci juga mempererat ukhuwah lho..". Bener juga sih, pasalnya biasanya anak-anak di kelas makan kuacinya bergerombol bisa 4 sampai 6 orang. Kalau ada 1 orang beli kuaci entah dia punya feromon apa tiba-tiba "serangga-serangga" yang pengen ikutan nebeng makan kuaci pada berdatangan. Padahal yang ikut nebeng itu belum tentu tadi belom makan kuaci, bisa jadi dia udah ngga punya budget lagi buat beli kuaci hari itu, atau dia tipe pengenan tiap lihat orang makan apaa aja jadi kepengen, atau dia pengen ikut nimbrung karena suka suasananya (sekalian hidangan kuacinya tentu). Yang unik adalah sambil ngobrol, kelompok pemakan kuaci ini tentu saja tetap konsen dengan kuaci masing-masing, ngobrol jalan, ngupasin kuaci juga hayo aja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuaci..kuaci..ternyata ada maslahat dan mudharatnya juga..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-8166957712282328447?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/8166957712282328447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=8166957712282328447&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/8166957712282328447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/8166957712282328447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/05/melihat-kuaci-lebih-dalam.html' title='Melihat Kuaci Lebih Dalam'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-3175431892389006515</id><published>2008-05-05T13:23:00.001+07:00</published><updated>2008-05-05T13:29:11.682+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='markaz qur&apos;an'/><title type='text'>Back To Markaz, Back To Qur'an</title><content type='html'>Beberapa waktu yang lalu seorang teman membagikan pada kami sebuah brosur sederhana. Beberapa dari kami yang membacanya tersentak kaget dan sejurus kemudian jadi bersedih. Bosur itu dari LTQ (Lembaga Tahfizh Qur’an) Markazul Qur’an berisi tentang pemberitahuan pembukaan pendaftaran gelombang baru. “Masya Allah udah dibuka pendaftaran baru lagi”, kira-kira itu yang ada di otak kami dan kemudian kami menyadari “berarti udah 1 semester (atau lebih) ya, kita meninggalkan markaz”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih ingat taujih Ust Abdul Azis Abdul Rouf, Al Hafidz ketika kuliah perdana (entah pada gelombang berapa) tentang istiqomah. Beliau bilang bahwa salah satu akar kata dari istiqomah artinya lurus. Jadi, beliau bilang, ketika kita berbelok, tidak melanjutkan belajar karena suatu hal misalnya nikah, maka ketika kita balik lagi itu namanya istiqomah. Hal itu pula yang saya jadikan alasan ketika teman-teman bertanya apakah saya masih di markaz, “aku lagi belok dulu nih, nanti balik lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brosur sederhana itu mengingatkan saya lagi sudah berapa lama saya berbelok, mengingatkan saya lagi akan sebuah cita-cita yang optimisme akan ketercapaiaannya seringkali naik dan turun. Dan mengingatkan saya lagi akan momen-momen sabtu pagi saya, ketika berangkat ke markaz adalah agenda utama sebelum menunaikan agenda-agenda lain. Mengingatkan pada sebuah kelompok kecil dimana beberapa wanita berkumpul tapi tidak ada yang mengobrol, semua sibuk dengan Qur’an masing-masing, hal yang tidak saya temui di forum-forum lain. Ah, sungguh saya rindu dengan itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benarlah, semakin jauh kita berbelok, semakin sulit untuk kita kembali. Semakin lama kita mengambil jeda, semakin berat untuk kembali memulai. Dan semakin lama otak ini tidak digunakan untuk menghafal, semakin susah untuk diisi kembali, bahkan hanya dengan satu ayat pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sarana penunjang dalam menghafal Al Qur’an adalah bergaul dengan orang yang sedang atau sudah hafal Qu’an. Kembali ke Markazul Qur’an berarti menuju ke sarana itu. Berkumpul dengan halaqoh Qur’an, bertemu dengan ibu-ibu yang anak-anak balitanya lebih dari satu tapi begitu semangat dalam menambah hafalan, terkagum-kagum dengan semangat mereka yang setoran sambil ditarik-tarik anaknya yang merengek minta sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kenapa saya menulis ini semua? Untuk menambah daftar orang yang akan mengingatkan saya ketika suatu hari berbelok lagi dan untuk mempengaruhi orang-orang untuk ikut melestarikan budaya tahfizh qur’an, budaya para salafush shalih ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahummarhamna bil qur’an. Ya Allah rahmatilah kami dengan Qur’an.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-3175431892389006515?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/3175431892389006515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=3175431892389006515&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/3175431892389006515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/3175431892389006515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/05/back-to-markazz-back-to-quran.html' title='Back To Markaz, Back To Qur&apos;an'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-3922412172734336752</id><published>2008-03-28T12:18:00.006+07:00</published><updated>2008-05-03T13:25:54.276+07:00</updated><title type='text'>Untuk Menjadi Orang Besar</title><content type='html'>"Saya tidak terlalu mempermasalahkan SDM", kata seorang kawan (mungkin lebih tepatnya rekan). Dia menjawab seperti itu setelah saya mewacanakan  padanya bahwa SDM yang ada dalam sebuah organisasi  yang baru kita  bentuk sedikit sekali, jadi saya agak khawatir dalam penyusunan struktur nanti. "Yang penting, mulai dari sekarang  kita semua harus kerja keras", lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari satu sisi saya sepakat dengan rekan saya ini. Tapi di sisi lain, kuantitas tetaplah diperlukan karena tetap saja kita tidak bisa mengajak orang untuk bekerja keras padahal orangnya memang tidak berada di sana. Ataupun kami yang harus bekerja keras ini pada saat yang sama juga dituntut untuk bekerja keras di tempat lain. Saya jadi ingat tim saya di tempat lain, yang masing-masing anggotanya lagi sibuk mengurusi akademik masing-masing, ada yang skripsi, ada yang mengikuti pemilihan mapres di kampusnya, atau bahkan siap-siap mau SPMB. Otomatis saya juga harus bekerja keras disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat SMS seorang teman, kalimat pembukanya, "Sekali lagi...amanah terbebankan pada pundak yang semakin lelah". Hm..mungkin benar, banyak diantara kita yang udah semakin lelah pundaknya. Tapi bukankah memang begitulah seharusnya kehidupan kita di dunia ini, berlelah-lelah dalam berjuang, karena nanti di akhiratlah semua balasannya, karena di akhiratlah tempat istirahatnya. So...saya harus lebih semangat lagi...semangat Ludi! semangat! senangnya kalau saat ini ada teman yang menepuk pundak saya, dengan senyumnya dan cahaya matanya bilang Ayo Semangat Ludi! semangat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali mengutip SMS yang sama, kali ini di bagian penutupnya "Sambutlah seruannya! orang-orang besar lahir karena bebaan perjuangan. Bukan menghindar dari peperangan." Siapkah kita untuk menjadi orang besar?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-3922412172734336752?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/3922412172734336752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=3922412172734336752&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/3922412172734336752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/3922412172734336752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/03/untuk-menjadi-orang-besar.html' title='Untuk Menjadi Orang Besar'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-2426530636510851201</id><published>2008-03-09T20:18:00.003+07:00</published><updated>2008-03-19T13:51:00.390+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Mengapa Kita Masih Saja Mempermasalahkan “Pernah”?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Suatu hari saya menghadiri sebuah talk show untuk ADS dan ADK, salah satu pembicaranya adalah seorang pakar pendidikan. Satu hal yang kemudian membuat simpati saya kepada pembicara tersebut jauh berkurang adalah kenyataan bahwa pakar pendidikan tersebut bertanya pada kami semua (dan ternyata pertanyaan ini senantiasa dia lontarkan setiap beliau menjadi pembicara di berbagai kesempatan) adalah “siapa disini yang pernah mencontek?”. Pertanyaan yang kemudian dijawab dengan acungan tangan kami semua (karena ternyata semua audience pernah mencontek di masa lalunya). Kemudian si pakar pendidikan inipun berkata “bagaimana dengan masa depan bangsa ini kalau pemudanya pernah mencontek!”&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sebenarnya ini bukan kali pertama saya menghadiri forum yang pembicaranya beliau. Dan ini juga bukan kali pertama saya mendengar pertanyaan itu terlontar dari beliau. Tapi saat itu adalah kali pertama saya begitu tidak setuju dengan pertanyaan beliau. Kenapa harus menggunakan kata pernah? Kenapa kita harus mengungkit masa lalu kita yang kurang baik untuk mengukur diri kita yang sekarang atau masa depan kita? Sebuah kata “pernah” sungguh mengusik saya, karena menurut saya pertanyaan yang lebih pantas dilontarkan adalah “siapa yang sampai saat ini masih suka mencontek?” atau “siapa yang belum bertaubat dari kebiasaan mencontek?”&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Begitulah manusia, sulit melupakan hal-hal negatif. Seperti sebuah peribahasa nila setitik rusak susu sebelanga. Seolah-olah seseorang sudah tidak ada lagi kebaikannya kalau sudah melakukan sebuah kesalahan. Seperti kisah seorang teman yang karena sebuah kisah masa lalunya, kehidupannya saat ini jadi begitu sulit, banyak kesempatan yang harusnya dimilikinya tapi tidak dia dapatkan. Padahal masa lalunya, yang menurut orang lain bercela, sebenarnya karena fitnah dari orang lain terhadapnya, bukan kenyataan yang sebenarnya.&lt;/p&gt;Betapa banyak mantan narapidana yang mengalami kesulitan dalam menjalani episode kehidupannya yang berikutnya karena pandangan masyarakat sekitarnya. Kecurigaan, rasa tidak percaya, dan pandangan meremehkan senantiasa mengikutinya kemana saja. Betapa banyak pasien Rumah Sakit Jiwa yang kembali lagi masuk dan dirawat disana setelah dinyatakan sembuh dan dipulangkan. Karena stigma negatif masyarakat kepadanya sebagai “pernah gila” dan omongan-omongan tetangga yang begitu santer “eh dia kan baru keluar dari RSJ”. Hal-hal yang memicu Gangguan Harga Diri-nya timbul lagi dan membuatnya kembali sakit. Itulah alasan kenapa kami (perawat) tidak menggunakan kata “gila” dan memilih “gangguan jiwa”. &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Apapun masa lalu kita, tatap tegak masa depan, begitulah ungkapan di sebuah sticker. Ungkapan yang menurut saya harus diinternalisasi oleh kita semua. Atau kalau boleh saya mengubah sedikit “apapun masa lalu orang lain, hargailah dirinya yang sekarang”. Karena RasuluLAH SAW pun mencontohkan kepada kita, beliau tidak pernah bertanya pada sahabatnya “siapa disini yang pernah membunuh anak perempuanya?”, “siapa disini yang pernah berjudi atau minum khamr” dsb, tapi yang&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;beliau tanyakan adalah “siapa yang hari ini sudah bersedekah? Siapa hari ini yang sudah menjenguk orang sakit? dll” &lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Karena Umar bin Khattab ra saja yang seorang mantan preman dan bahkan pernah membunuh anak perempuannya sendiri, adalah salah satu sahabat terbaik RasuluLLOH SAW dan salah satu orang pilihan yang dijamin masuk surga.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Maka pantaskah kita bila sampai saat ini masih saja mempermasalahkan “pernah”?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-2426530636510851201?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/2426530636510851201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=2426530636510851201&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2426530636510851201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2426530636510851201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/03/mengapa-kita-masih-saja.html' title='Mengapa Kita Masih Saja Mempermasalahkan “Pernah”?'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-1253035241951025691</id><published>2008-02-18T11:08:00.001+07:00</published><updated>2008-03-11T18:18:44.949+07:00</updated><title type='text'>Betapa Diri Ini Lemah Sekali</title><content type='html'>Perjalanan pulang dari kampus hari jumat kemarin menjadi perjalanan yang tidak biasa. Aku melihat sebuah tragedi yang sangat menyedihkan yang kuharap tidak akan pernah melihatnya lagi, untuk mahluk apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijalan, sekitar jam 7. 30 malam, aku melihat seekor kucing yang tertabrak motor di jalur yang berlawanan. Karena kesakitan si kucing pun menggeliat-geliat dan meloncat-loncat. Karena posisinya masih ditengah jalan, si kucing itupun tertabrak lagi. Sesaat sebelum si kucing terlindas mobil aku sempat berteriak, tapi sayangnya teriakanku tidak bisa mencegah kejadian itu. Mungkin si pengendara tidak melihat ada kucing mengeliat-geliat di jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian si kucing yang sekarang sekarat tergeletak di tengah jalan, yang gelap dan becek itu. Aku menepi, mematikan motor dan turun. Tapi yang kemudian kulakukan cuma terpana melihat kucing itu dari pinggir jalan, sedang sekarat, tubuhnya kejang-kejang, darah keluar dari mulutnya. Aku berpikir untuk mengangkat kucing itu kepinggir, biar tidak terlindas lagi. Tapi karena melihat banyak darah, aku jadi berpikir lagi. Aku takut, bahkan untuk melihat kucing itu dari dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucingnya masih sakaratul maut, kemudian aku meminta bantuan ke seorang cewek yang lewat utnuk memindahkn kucing itu ke pinggir. Tapi dia juga takut. Akhirnya kita berdua cuma berdiri mematung, melihat kucing itu sekarat dari pinggir sambil terus khawatir kucing itu terlindas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kita berdua memutuskan untuk melanjutkan perjalanan lagi, meninggalkan kucing itu, dengan perasaan kami masing-masing. Sepanjang jalan aku menangis. Sedih sekali. Didalam pikiranku terus terbayang kejadiannya, waktu kucing itu tertabrak, jatuh, terlindas, semuanya. Aku menangis karena kecewa dengan diri sendiri, kecewa karena begitu lemah sebagai seorang manusia, begitu lemah sebagai seorang wanita. Bahkan untuk memindahkan kucing ke pinggir jalan saja aku tidak bisa...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-1253035241951025691?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/1253035241951025691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=1253035241951025691&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/1253035241951025691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/1253035241951025691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/02/betapa-diri-ini-lemah-sekali.html' title='Betapa Diri Ini Lemah Sekali'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-6354767650000025203</id><published>2008-02-07T17:03:00.000+07:00</published><updated>2008-02-07T17:04:53.232+07:00</updated><title type='text'>Untuk Semua Orang Baik Yang Kukenal</title><content type='html'>Ada berjuta orang baik yang tidak kita kenal, begitu kata Ahmad Zairofi. Semenjak sering berinteraksi dengan dunia maya saya semakin menyadari benarnya kata-kata ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak orang yang tidak kita kenal di dunia yang begitu luas ini. Sangat besar kemungkinannya mereka adalah orang yang lebih baik dari kita (dari berbagai aspek). Saya jadi ingat ketika dulu awal perkenalan saya dengan blog, saya suka sekali membaca blog orang lain. Dan betapa saya terkagum-kagum dengan sosok seorang mahasiswa UI dengan segala kelebihannya. Yah.. meskipun kemudian saya tidak lagi berkunjung kesana karena blog-nya jarang di-update dan beliau tidak pernah melakukan kunjungan balasan he..he.. *peace* (kecuali setelah orangnya sampai di negaranya Kakashi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat dunia maya juga saya jadi lebih sering berinteraksi dengan mantan teman sekelas yang padahal dulu waktu sekolah saya tidak pernah mengobrol satu katapun dengannya. Mungkin waktu 7 jam di sekolah masih kurang untuk memberi kesempatan saya berhubungan interpersonal dengan semua manusia lain di kelas. Waktu saya bilang padanya “nyesel lo baru kenal aku sekarang”, sebenarnya seharusnya sayalah yang menyesal karena terlambat mengenalnya dan menyadari kebaikannya. (jangan GR ya mel, tapi ente emang baik sekali hu..hu.. meskipun *** --gw sensor—haha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi orang lain, yang saya kenal (mungkin tepatnya tahu) lewat tulisan-tulisannya di blog, lewat opini di milist, lewat obrolan via chatting. (ngga usah dibahas lebih lanjut yang ini ntar orangnya GR hue..he..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, kembali lagi ke kata-kata Ahmad Zairofi. Seperti perlombaan di awan yang gelap, begitulah hidup kita. Seiring dengan apa-apa yang kita lakukan untuk dunia dan akhirat kita, maka begitupun orang lain dengan usaha dan cara mereka masing-masing. Dengan menyadari ada begitu banyak orang yang tidak kita kenal, tapi mereka jauh lebih baik dari kita akan memicu kita untuk terus memperbaiki diri dan senantiasa tidak merasa cukup, merasa lebih baik karena kelak di akhiratlah penentuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, untuk semua orang baik yang kukenal, baik di dunia nyata maupun dunia maya, senang berkenalan dengan anda semua. Selamat memperbaiki diri (lagi dan lagi) dan semoga kita dikumpulkan di tempat yang baik nan kekal kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;Zairofi, Ahmad. 2006. Lelaki Pendek, Hitam, dan Lebih Jelek dari Untanya. Jakarta: Tarbawi Press.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-6354767650000025203?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/6354767650000025203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=6354767650000025203&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/6354767650000025203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/6354767650000025203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2008/02/untuk-semua-orang-baik-yang-kukenal.html' title='Untuk Semua Orang Baik Yang Kukenal'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-5936342769684683246</id><published>2007-12-21T15:13:00.000+07:00</published><updated>2007-12-21T15:38:48.168+07:00</updated><title type='text'>Kebersamaan Itu Lebih Singkat, Maka Manfaatkanlah..(Sebuah tulisan untuk kakakku tersayang)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_dMviLPeeH-o/R2t6or8iXHI/AAAAAAAAAAo/0ybUwu7BpkI/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_dMviLPeeH-o/R2t6or8iXHI/AAAAAAAAAAo/0ybUwu7BpkI/s200/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146341838610914418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lamanya  kita bersama itu lebih singkat dari lamanya ketidakbersamaan kita, maka manfaatkanlah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denger kata-kata ini dari seorang selebritis di sebuah infotainment bertahun-tahun yang lalu. kalau kupikir kata-kata ini benar sekali, kalau konteksnya adalah kebersamaan dengan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata ini biasanya aku inget kalau akan atau sedang  menemui momen perpisahan. Seperti saat seperti ini, setelah salah satu kakak perempuanku menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lazimnya, setelah menikah seserang akan pindah dari rumah (apalagi perempuan) bersama pasangannya. Mba-ku pun demikian.  Tidak lama lagi dia pun akan pergi dan tinggal bersama kami lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sebenarnya segera dipertemukannya dia dengan jodohnya adalah salah satu doa yang palinh sering kupanjatkan. Namun momen-momen perpisahan seperti ini ma tidak mau membuatku sedih juga. Dirumahku akan berkurang seorang penghuni, yang bukan cuma kakak buatku, tapi juga teman, sahabat, rekan seperjuangan, donatur, kreditur, debitur, murobbi, guru, murid, muwajih, "tong sampah", bahkan pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang tersisa saat ini hanyalah penyesalan, karena tidak memanfaatkan waktu kebersamaan kami dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan mamapun merasa kesepian dan bilang "sepi ya..biasanya abis sholat (Ied)  langsung pada ngumpul, pada makan bareng-bareng, sekarang....", sampe siang mama juga masih nanya-nanya "Zaki kok ngga kesini ya? mba Dwi kok ga pulang aja sih sebentar, ngambil ketupat sama sayur abis itu kan bisa balik lagi..". Yah lagian mama juga sih, udah tau anak tinggal dua masih masak dengan porsi anak lima. Kalo gini aku yang repot mesti makan mulu, ngabisin jatah mereka biar ngga mubazir. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Huh..kapan kurusnya gue?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kembali ke perpisahan..karena ini adalah sebuah keniscayaan, akupun harus bisa menerima, hanya doa yang bisa kupanjatkan semoga mereka semua dianugerahi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.  (Semoga aku juga nanti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dirumah masih ada 1 lagi tuh yang udah mesti nikah juga, semoga segera..amin..&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-5936342769684683246?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/5936342769684683246/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=5936342769684683246&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/5936342769684683246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/5936342769684683246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/12/kebersamaan-itu-lebih-singkat-maka.html' title='Kebersamaan Itu Lebih Singkat, Maka Manfaatkanlah..(Sebuah tulisan untuk kakakku tersayang)'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_dMviLPeeH-o/R2t6or8iXHI/AAAAAAAAAAo/0ybUwu7BpkI/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-2382885721130650445</id><published>2007-12-21T14:36:00.000+07:00</published><updated>2007-12-21T15:13:21.697+07:00</updated><title type='text'>Sejuta Rindu Untuk Ayah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_dMviLPeeH-o/R2t0q78iXFI/AAAAAAAAAAY/U-dZxZ8l8ts/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_dMviLPeeH-o/R2t0q78iXFI/AAAAAAAAAAY/U-dZxZ8l8ts/s200/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146335280195853394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;br /&gt;Benturan dan hempasan terpahat di keningmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya perjalanan kami ke Kampung Naga kemarin berlangung biasa saja, diisi dengan nyanyi-nyanyi bareng, lagu yang 99,9% anak reguler UI tau seperti Genderang UI, Keroncong Kemayoran, Totalitas Perjuangan, Selamat Datang Pahlawan Muda sampe Balonku Ada 5 dengan nada Gaaudeamus Igitur, sibuk ngeledekin saya yang terbukti paling pelor diantara semuanya karena saya mulai tidur bahkan sebelum bisnya mulai jalan sampe ngga ikut berdoa bareng. Tapi kemudian perjalanan saya ini kemudian menjadi tidak biasa ketika tiba-tiba nyanyian kami diinterupsi oleh seorang teman "teman-teman kita berhenti sebentar ya,  pak supirnya mau ketemu bapaknya sebentar", dan kemudian bis kamipun menepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pinggir jalan ada seorang bapak tua berkoko coklat dan berpeci, dengan dirinya yang tidak lagi tegak, gemetar, ditemani seorang pria yang lebih muda memegang tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Kau nampak tua dan lelah keringat mengucur deras&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Namun kau tetap tabah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Meski nafasmu kadang tersengal&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Memikul beban yang makin sarat &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Kau tetap bertahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Supir kami menghampiri bapak itu, mencium tangannya, dan bersalaman dengan pria di sebelahnya. Kemudian terlihat mereka mengobrol-ngobrol sebentar. Kami yang melihat peristiwa itu seperti sedang menonton adegan mengharukan di sinetron. Beberapa berseru "so sweet"  , beberapa berkata "udah pak lama juga ngga papa, ngga usah buru-buru pak" meskipun kami tau supir kami tidak akan mendengarnya, ada yang matanya   berkaca-kaca, bahkan ada yang menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat bapak dirumah. Bapak yang telah begitu banyak jasanya pada saya.  Bapak yang sama sekali tidak bisa dibilang muda lagi. Bapak saya yang di usianya sekarang, seharusnya tinggal duduk manis di rumah dan bercanda dengan cucu, masih punya tanggungan membiayai kuliah anak bungsunya yaitu saya. Semoga Allah SWT mengampuni dosanya, menyayanginya sebagaimana dirinya menyayangi saya diwaktu kecil (sampai sekarang)  dan mengumpulkan kami di jannahNya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;Kini kurus dan terbungkuk&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;Namun semangat tak pernah pudar&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;Meski langkahmu kadang gemetar&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;Kau tetap setia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini saya masih tinggal dengan Bapak (Allah tidak mengijinkan saya kuliah di luar Jakarta selain Depok). Jadi saya belum pernah tidak bertemu bapak untuk waku yang lama (rekornya 20 hari waktu jadi relawan di Klaten tahun lalu). Maka sebenarnya saya tidak pernah mengalami sendiri lama tidak bertemu orang yang sangat berjasa dalam hidup kita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya bisa memahami yang dirasakan supir  kami itu. Sampai-sampai dia meminta bapaknya menunggu di pinggir jalan karena dia akan melewatinya. Hanya utnuk bertemu sebentar, cium tangan dan sekedar bertanya kabar. Untuk melihat bahwa sang bapak baik-baik saja dan untuk memperlihatkan bahwa dirinyapun baik-baik saja. Karena pertemuan beberapa menit itu  pasti berjuta-juta nilainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Ayah dalam hening sepi kurindu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Untuk menuai padi milik kita&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Namun kerinduan tinggal hanya kerinduan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Anakmu sekarang banyak menanggung beban&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-2382885721130650445?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/2382885721130650445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=2382885721130650445&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2382885721130650445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2382885721130650445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/12/sejuta-rindu-untuk-ayah.html' title='Sejuta Rindu Untuk Ayah'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_dMviLPeeH-o/R2t0q78iXFI/AAAAAAAAAAY/U-dZxZ8l8ts/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-7314945929377923309</id><published>2007-12-17T17:46:00.000+07:00</published><updated>2007-12-17T17:47:01.952+07:00</updated><title type='text'>Bahkan Tahi Burung Juga Kompensasi</title><content type='html'>Pertama kali terkesan dengan kata kompensasi waktu kenaikan kelas 3 SMA dulu. Seorang teman tidak beruntung karena nilai fisikanya jelek padahal dia ingin sekali masuk IPA, orangtuanya juga berharap demikian. Akhirnya temenku ini dateng kerumah gur fisikanya dan mencoba melobi agar gurunya ini mau menaikkan nilainya. Guru fisikanyapun bersedia, tapi dengan syarat "ya..asal ada kompensasinya...kamu ngerti kan?" Karena temanku tidak mau memberikan kompensasi sesuai dengan yang guru itu minta, akhirnya tahun terakhirnya di SMApun dihabiskan di kelas IPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2005 juga Indonesia dihebohkan dengan kompensasi. Pemerintah membuat kebijakan untuk mengurangi subsidi BBM dan mengalihkannya ke tempat lain. Alhasil harga BBMpun melambung. Subsidi BBM yang dialihkan, kemudian disebut kompensasi, juga membuat kehebohan di beberapa tempat. Beberapa berita menyebutkan terjadi kerusuhan kecil atau desak-desakan yang diikuti lauka-luka di beberapa lokasi tempat dana kompensasi dibagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah hidup ini, segala hal memang ada kompensasinya. Mau masuk surga, kompensasinya ya kita harus bertaqwa agar Allah juga akhirnya berkenan memberikan rahmatNya. Mau kaya, kompensasinya harus giat cari uang --atau giat cari suami kaya. Mau pinter harus belajar --Tuk Bayan Tula aja tau. Sampe mau kurus juga ada kompensasinya, betapa banyak cewek-cewek yang masuk rumah sakit karena cara dietnya yang tidak sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal sederhana dalam kehidupa sehari-haripun tidak terlepas dari perkara kompensasi ini. Seperti biasa, kalau aku cari tempat parkir, biasanya cari yang "adem", yang terlindung dari sinar matahari langsung. Parkiran di kampus tidak ada atapnya maka tempat yang adem adalah di bawah pohon. Nah, disinilah letak kompensasinya. Karena di bawah pohon, seringkali jok motorku kena tahi burung yang b*rak di atas pohon, pernah sampe 3 buah, eh potong, eh apaan sih satuannya mestinya? Kalau sudah begini bakal repot banget, mesti cari cewek-cewek yang bawa tisu (aku bukan jenis cewek yang begini), basahin tisunya dan mulai membersihkan. Bahkan repot yang kurasakan juga kompensasi yang harus kubayar agar rok atau bajuku tidak kena najis itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-7314945929377923309?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/7314945929377923309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=7314945929377923309&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/7314945929377923309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/7314945929377923309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/12/bahkan-tahi-burung-juga-kompensasi.html' title='Bahkan Tahi Burung Juga Kompensasi'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-8998636620774819362</id><published>2007-12-12T17:45:00.000+07:00</published><updated>2007-12-17T17:48:15.490+07:00</updated><title type='text'>Karena Kita Hanya Bisa Berencana</title><content type='html'>Kalau saya pribadi sering sekali ketemu momen yang bikin saya bilang "yah, manusia hanya bisa berencana, selebihnya Allah menentukan". Tidak mesti dalam peristiwa-peristiwa besar dalam hidup, karena sepertinya memang belum ada peristiwa besar dalam hidup saya, tapi sekedar hal-hal ringan saja. Misalnya hari ini, entah sudah keberapa kalinya saya tidak bisa pulang, terjebak hujan di kampus. Padahal rencana awalnya banyak sekali, pengen pulang belajar, ngajar privat, ke bank, ke perpus pusat, wah macem-macem lah. Tapi kalau melihat hujannya deras begitu, akhirnya saya batalkan semua, dan biasanya akhirnya semua rencana itu kandas dan diganti dengan ngenet, chatting, browsing, blogwalking sampe kedinginan di perpus atau labkom. Sama dengan keluhan temen SMA saya waktu chatting tadi yang bingung karena rencana pulang cepatnya untuk istirahat dan menyimpan energi buat besok gagal total karena hujan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga sering menuliskan apa yang mau dilakukan dalam hari ini di sebuah buku kecil. Pernah suatu hari rencana saya banyak sekali, dari janjian pagi-pagi sebelum kuliah dan pulang kuliah, mau kumpul bareng temen-temen ROHIS kelas, berobat ke PKM, beli alat tulis ke stasiun UI, dll dan akhirnya semuanya gagal karena hari itu, teman saya meninggal mendadak terserempet kereta api dalam perjalanannya ke kampus. Kuliah kami batal, termasuk semua agenda saya dan kami semua kerumahnya, melihat semua proses pemakamannya, mengantarnya ke kuburnya. Bahkan rencana kami suatu hari main ke pulau Lombok bersama-samapun tidak akan bisa di realisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, jaman nomer CDMA saya masih bisa dipake, rencana awal pulsa yang di CDMA saja yang dihabiskan, pulsa GSM-nya diirit-irit. Tapi kenyataan begitu pahit. Karena ripuh mau turun dari metromini, tidak sadar HP GSM saya kepencet dan akhirnya terkirimlah banyak sms kosong ke nomor pertama di phonebook. Dan pulsapun berkurang dengan lancar tanpa manfaat apa-apa, pulsa yang saya irit-irit biar yang CDMA saja yang habis. Miris..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau yang agak konyol, biasanya saya membuat rencana yang berhubungan dengan penampilan kalau mau libur panjang, "pokoknya gw liburan mo mutihin kulit, ngga usah kemana-mana, ngga kepanasan, jadi pas masuk muka gw udah putih" saya sesumbar ke temen-temen kampus. Tapi kemudian agenda liburan banyak sekali, ada aksi-aksi mahasiswa turun ke jalan, ikutan kampanye seorang calon kandidat gubernur, asik konvoi bareng simpatisan, dan lain-lain yang semuanya bikin muka saya alih-alih mau putih malah bertambah gosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah begitulah manusia, hanya bisa berencana, selebihnya Allah yang menentukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-8998636620774819362?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/8998636620774819362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=8998636620774819362&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/8998636620774819362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/8998636620774819362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/12/karena-kita-hanya-bisa-berencana.html' title='Karena Kita Hanya Bisa Berencana'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-8555743913442544043</id><published>2007-12-06T18:15:00.000+07:00</published><updated>2007-12-06T18:16:50.140+07:00</updated><title type='text'>Pak, Bu, Menuntun Anak Juga Ada Ilmunya</title><content type='html'>Mengasuh dan membesarkan anak bukanlah perkara mudah, apalagi kalau targetnya bukan sekedar membesarkan tapi ingin membentuk generasi yang lebih baik dari kita. Sayangnya perkara tidak mudah ini tidak ada pendidikan khususnya. Tidak ada instansi pendidikan manapun yang memiliki kekhususan pendidikan untuk orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku, membesarkan anak (dengan targetan membentuk generasi yang lebih baik) sama seperti keperawatan, merupakan kumpulan art and science.  Karena setiap anak itu memiliki keunikan masing-masing maka kadang penerapan untuk anak yang satu belum tentu pas dengan anak yang lain, tidak hanya menggunakan science tapi juga art untuk penyesuaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kompleksnya mengasuh anak sampai menuntun anak di pinggir jalan juga ada ilmunya lho pak, bu. Seharusnya kalau berjalan  berdua dengan anak di pinggir jalan (yang dilalui kendaraan) maka jangan tempatkan anak di sisi yang berbatasan langsung dengan jalan. Kelihatannya sepele, tapi cukup penting lho, dan ternyata banyak orang tua yang tidak "ngeh" dengan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pengendara, saya jadi sering was-was (kalau bahasa orang rumah teratapan) kalau melintas di jalan yang pinggirnya ada anak-orangtua yang berjalan dengan posisi yang salah. Seringkali diperparah dengan posisi mereka yang terlalu ke "tengah".Kalau seandainya terjadi sesuatu maka yang terkena bahaya adalah sang anak, terserempet atau bahkan tertabrak. Seharusnya orangtua, yang bertanggung jawab melindungi anaknya, berjalan di antara sang anak dan jalan raya jadi kalu ada apa-apa si orang tua yang kenyataannya lebih kuat, sigap, aware, bisa jadi "tameng" untuk anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat peristiwa ditembakinya Al Durra dan ayahnya oleh tentara Israel didepan wartawan-wartawan. Durra ditempatkan ayahnya ditengah antara tembok pendek dan dirinya dengan asumsi Durra jadi terlindung dari dua sisi. Meskipun akhirnya Durra meninggal dan ayahnya selamat, tapi setidaknya sang ayah sudah berusaha keras melindungi anaknya. (Aduh, saya jadi pengen nangis kalo inget peristiwa ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bapak ibu sekalian, mulai saat ini, jika anda pejalan kaki atau mengalami kesempatan utuk berjalan kaki, mulailah untuk menuntun anak dengan posisi yang benar. Jangan sampai suatu saat anda menyesal hanya karena berjalan di posisi yang salah atau sibuk menyalahkan pengendara yang tidak kalah teledor dari anda sebenarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-8555743913442544043?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/8555743913442544043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=8555743913442544043&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/8555743913442544043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/8555743913442544043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/12/pak-bu-menuntun-anak-juga-ada-ilmunya.html' title='Pak, Bu, Menuntun Anak Juga Ada Ilmunya'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-1476828122835275063</id><published>2007-12-06T18:08:00.000+07:00</published><updated>2007-12-07T14:33:21.599+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>Tips Menghilangkan Ngantuk Saat Ceramah/Kuliah/Materi</title><content type='html'>Adalah hal yang manusiawi kalo kita jadi ngantuk kalo mendengarkan ceramah, kuliah atau materi. Apalagi kalau dari awal kita kurang tertarik dengan yang disampaikan, dan diperarah dengan gaya penyampaian yang monoton. Berikut tips buat menghilangkan ngantuk, berdasarkan pengalaman pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;   &lt;li&gt;Baca ta'awudz, istighfar, mohon pada Allah untuk dijauhkan dari godaan syetan karena syetan ngga suka ngeliat kita beribadah, makanya dia mencoba menghalangi dengan membuat kita ngantuk. Bisa juga minta beberapa orang membaca ayat kursiy, lebih bagus lagi kalau dipimpin oleh pembicaranya langsung.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Anggap hal yang sedang disampaikan adalah hal yang sangat menarik, terserah gimana caranya, coba inget pengalaman pribadi yang mungkin nyambung dengan pembicaraan (cara yang susah sebenernya) Bisa juga bayangkan bahwa pembicara adalah magnet dan anda adalah peniti, atau pembicara adalah kerbau dan anda adalah bajak, atau hal yang biasanya tarik-menarik lainnya. &lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Sibukkan diri, jangan cuma diem dengerin pembicara. Coba nyatet, atau nulis-nulis apalah, ngitung utang, makan kuaci, nyari kutu di kepala temen bisa jadi alternatif. &lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Keluar sebentar, coba jalan-jalan beberapa meter. Liat-liat kelas lain, liat parkiran ngecek motor masih ada apa ngga, atau liat kantin kali aja ada yang jaga butuh bantuan ngulek bumbu. Tapi jangan jalan ke labkom atau perpus, apalagi kalo disana ada internet nganggur, karena anda bisa nyangkut dan ngga balik ke kelas lagi. Tapi kalaupun anda nyangkut, ngantuk anda pasti ilang dan ngga muncul lagi. &lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Cobalah mengobrol sedikit dengan orang sebelah, obrolin hal-hal menarik atau sedikit lucu, buat penyegaran. Atau bisa juga diskusikan sedikit apa yang pembicara barusan sampaikan. Jangan kepanjangan, nanti anda bisa didaulat untuk menggantikan pembicara di depan, juga jangan kekencengan nanti anda disangka lagi orasi di depan gedung DPR. &lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Keluar sebentar dan lakukan aktivitas fisik, misalnya lari-lari ngelilingin lapangan (gw pernah melakukannya, beneran!) Begitu selesai dan kita balik lagi ke ruangan, kita ngga bakalan sempet ngantuk lagi, karena kita akan sibuk kipas-kipas atau ngelap-ngelap keringet yang berucucuran.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Ngga usah cuci muka, aku sangat tidak menyarankan, karena biasanya kalau aku pribadi ngga mempan dengan cara ini, ngantuknya tetep nempel. Kecuali kalo sebelum nyuci muka kita nguras bak mandi atau nyikatin kloset dulu, itu lain perkara. Atau lebih heboh lagi air yang kita pake nyuci muka kita dapet dari 7 sumur yang berbeda, ditambah dengan kembang 7 rupa yang didapat dari 7 taman, dengan sabun dari 7 merk yang berbeda.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Sambi dengan ngemil atau makan, tapi bukan sembarang makanan. Cari makanan yang keras (yang mecahinnya aja pake tang atau linggis) atau makanan yang pedas (yang bisa bikin mulut anda mengeluarkan api saking pedasnya)&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Minta teman sebelah anda untuk mengagetkan anda. Minta dikagetkan di saat yang tepat, saat diamana anda benar-benar akan jatuh tertidur, trus pilih orang yang bisa mengagetkan dengan baik karena biasanya temen-temenku pada ngga tegaan kalo diminta ngagetin yang ada mereka bukannya ngagetin malah menambah inspirasi baru buat mimpi anda nantinya. Lebih bagus lagi kalau teman anda mengagetkannya ngga cuma bermodal mulut tapi juga alat yang berisik kaya kentongan, sirine, peluit, atau bayi yang dicubit.&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segitu dulu deh, kapan-kapan ditambahin lagi kalo inget atau dapet cara baru. Silakan mencoba, jangan diliat dari bumbunya, liat dari main topicnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-1476828122835275063?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/1476828122835275063/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=1476828122835275063&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/1476828122835275063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/1476828122835275063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/12/tips-menghilangkan-ngantuk-saat.html' title='Tips Menghilangkan Ngantuk Saat Ceramah/Kuliah/Materi'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-2255052266296987817</id><published>2007-11-12T18:14:00.000+07:00</published><updated>2007-12-06T18:15:36.464+07:00</updated><title type='text'>Tips Penting Buat Pembicara Dadakan</title><content type='html'>Tiga hari kemarin aku ikut acara pelatihan yang diadain BEM UI, tahukah anda, beberapa (aku ngga inget jumlah pastinya) dari pembicara memulai pembicaraannya dengan bilang "maaf kalau penyampaiannya saya ada yang kurang" atau "maaf kalau saya kurang persiapan" "karena saya baru dihubungi panitia semalam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah anda bayangkan jika anda berada di posisi audiens saat itu? pasti jadi ngga semangat dan berpikir "yah" atau "huh" (seenggaknya gw begini). Bahkan ada seorang peserta yang ngeluh "dari kemarin begitu terus"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sodara-sodara yang mungkin suatu saat jadi pembicara dadakan, jadi ban serep, jadi akar (karena ngga ada rotan), kuberi tips penting! Jangan katakan itu diawal pembicaraan di depan audiens! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menjadi sangat penting karena kata-kata itu dapat menurunkan semangat audiens, dan kalau udah ngga semangat, jadi kurang menyimak dan lebih parah, ngga mudeng sama yang diomongin. Bersikaplah seolah memang andalah pembicara yang direncanakan sejak awal, usahakan audiens tidak tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberitahuan bahwa anda baru dihubungi dsb bisa disampaikan di akhir pembicaraan. Dan sekali lagi tahukah anda dengan disampaikan hal ini di akhir justru dapat membuat audiens anda terpukau dan mereka jadi berpikir "gile, serepnya aja begini bagus, gimana pembicaranya aslinya" (ini bisa terjadi kalau anda benar-benar menyampaikan materi dengan bagus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, tips yang lumayan bagus kan? ampuh lho..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ngga biasa jadi pembicara, biasa jadi audiens&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-2255052266296987817?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/2255052266296987817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=2255052266296987817&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2255052266296987817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2255052266296987817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/11/tips-penting-buat-pembicara-dadakan.html' title='Tips Penting Buat Pembicara Dadakan'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-7217053181924683616</id><published>2007-11-05T18:42:00.000+07:00</published><updated>2007-11-05T18:44:07.902+07:00</updated><title type='text'>Macam-macam Uang</title><content type='html'>“De’ uang apa yang bisa jalan?” kata mba-ku tiba-tiba. Hmm kalo dipikir keluargaku suka ngasih teka-teki tiba-tiba ya..tanpa ba-bi-bu sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apaan ya? Aku mikir, lama…&lt;br /&gt;“tau ah..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uangkutan umum”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, BT..”, denger jawabannya jadi BT, “gw BT bukan karena teka-tekinya mba, tapi BT karena jawaban segampang itu gw ngga bisa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“gw kirain lo ngga pake mikir jawabnya de’, langsung bisa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“uang apa yang luas?” aku gantian ngasih teka-teki, ngga mau kalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uangkasa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uang apa yang bikin capek”, aku keluarin teka-teki lagi karena yang tadi bisa dijawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uangkat-angkat balok” mba-ku bisa jawab lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uang apa yang bisa ngangkat rumah dan pohon-pohon?” aku masih berusaha sampe dia ngga bisa jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mba-ku bingung, “ga tau ah de“, akhirnya dia nyerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“uangin puyuh” he..he..akhirnya aku menang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“uang apa yang ngga mungkin terjadi?”, aku masih ngga mau kalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mba-ku mikir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“eh..eh..gw ralat deh, uang apa yang adanya pas lagi bengong?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apaan si?” mba-ku nyerah, kayaknya dia BT dengan pertanyaannya yang aneh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“uangan-angan” he..he..”gw canggih kan mba, bisa langsung ngeluarin teka-teki bermacem-macem”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“halah” mba-ku ngga mau mengakui kehebatanku, menutup tebak-tebakan kita hari itu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-7217053181924683616?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/7217053181924683616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=7217053181924683616&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/7217053181924683616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/7217053181924683616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/11/macam-macam-uang.html' title='Macam-macam Uang'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-3364945256981944590</id><published>2007-11-05T18:39:00.000+07:00</published><updated>2007-11-05T18:42:13.464+07:00</updated><title type='text'>Ternyata Daun Ubi sama Daun Sirih Mirip ya?[Sebuah Catatan Kebodohan]</title><content type='html'>"Bapak nanem ubi jalar daunnya banyak banget ya, sampe ngerambat kemana-mana.." kata bapak di suatu malam.&lt;br /&gt;Ha?! aku yang denger jadi kaget, "itu pohon ubi pak?"&lt;br /&gt;"iya"&lt;br /&gt;"beneran itu pohon ubi?" aku nanya berulang-ulang untuk menegaskan&lt;br /&gt;"iya..kenapa sih?" bapak akhirnya kesel.&lt;br /&gt;"Hmm soalnya waktu itu ada yang minta daun sirih dan kukasih daun itu, abisan kukira itu pohon sirih..."&lt;br /&gt;Ha?!! gantian orang rumah yang pada kaget. "siapa yang minta?!"&lt;br /&gt;"orang Rt 04.., udah agak lama sih.."&lt;br /&gt;"pohon sirih mah di sebelah sana.." bapak menunjuk ke arah yang berlawanan dengan pohon ubi. "Trus jadi ga berkhasiat dong kalo pake daun ubi.." kata orang rumahku yang lain.&lt;br /&gt;Aku bingung..mo gimana lagi..abis yang minta juga waktu itu bilang itu daun sirih ko..&lt;br /&gt;Ternyata daun ubi sama daun sirih mirip ya? ko ga ada yang bilang-bilang sih?... Yang mau minta daun sirih pada dateng aja lagi..dijamin ga ketuker lagi deh sama daun ubi..--asal pohon sirihnya ga pindah dan ganti pohon lain--&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-3364945256981944590?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/3364945256981944590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=3364945256981944590&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/3364945256981944590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/3364945256981944590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/11/ternyata-daun-ubi-sama-daun-sirih-mirip.html' title='Ternyata Daun Ubi sama Daun Sirih Mirip ya?[Sebuah Catatan Kebodohan]'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-793363463346270195</id><published>2007-07-06T12:41:00.000+07:00</published><updated>2007-07-06T13:19:03.860+07:00</updated><title type='text'>Pake Gigi atau Ga Pake Gigi Damai Aja Lah..</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu, waktu saya mau keluar dari parkiran FE UI seorang satpam pengendara motor automatic--selanjutnya kita sebut MotorGaPakeGigi(MGPG)--meledek temannya yang mengendarai MotorPakeGigi(MPPG) dengan gurauan "hari gene masih pake gigi?", saya yang juga pengendara MPGpun tersenyum mendengarnya. Akhir-akhir ini, memang mulai bermunculan ledekan-ledekan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang kemarin, saya melihat sebuah sticker di MGPG bertuliskan "hari gini masih over gigi?", yang membuat pikiran saya di sepanjang perjalanan berikutnya dengan penuh dengan flash back suka-dukanya ngover gigi. Tapi tiba-tiba saya disalip oleh sebuah MPG dengan stiker bertuliskan "hari gini ga pake gigi...ompong kali..." ha..ha.. kali ini saya tersenyum riang, akhirnya ada pembelaan dari juga dari komunitas MPG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, waktu baru belajar mengendarai motor, over gigi memang kegiatan yang cukup merepotkan. Kalau melewati polisi tidur (poldur) mengerem sedimikian rupa sehingga kecepatannya cukup, menginjak rem secukupnya diatas poldur agar rem tidak mentok ke aspal, dan megover gigi adalah 3 hal yang sangat complicated yang harus dilakukan pada waktu bersamaan. Lebih repot lagi kalau mau masuk gang rumahku, ngerem, nyalain lampu, menghindari palangan dan got dan mesti ditambah nurunin gigi sekaligus. Seorang teman yang sedang belajar motorpun mengeluhkan hal sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau sudah biasa, nurunin gigi tidak lagi menjadi soal, mengalir saja. Sayangnya sampai saat ini saya belum pernah mengendarai MGPG, jadi tidak bisa membandingkan mana yang lebih asik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, kalau mau ikut lomba 17-an, pake gigi lebih asik, karena makan kerupuk, gigit kelereng, apalagi gigit uang tidak pakai gigi akan memperkecil peluang kita dipanggil naik ke atas panggung waktu penyerahan hadiah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-793363463346270195?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/793363463346270195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=793363463346270195&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/793363463346270195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/793363463346270195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/07/pake-gigi-atau-ga-pake-gigi-damai-aja.html' title='Pake Gigi atau Ga Pake Gigi Damai Aja Lah..'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-4970508424421909191</id><published>2007-07-04T12:51:00.000+07:00</published><updated>2007-07-04T12:54:19.882+07:00</updated><title type='text'>Hati-hati, PDKT Bermodus Salah Kirim SMS</title><content type='html'>Dalam dunia per-SMS-an, mungkin kita pernah mengalami salah ngirim SMS. Biasanya salah kirim SMS bisa terjadi karena nama atau inisial yang mirip, ber-SMS dengan lebih dari 1 orang dalam waktu yang bersamaan, salah memilih SMS di inbox waktu mau me-reply atau waktu kita mau milih nomor di phonebook kita sedang memikirkan nama seseorang. Tapi tidak semua salah kirim SMS disebabkan ketidaksengajaan, ada lho..orang yang pura-pura salah ngirmi sms karena dia suka dengan orang yang bersangkutan atau sekedar pamer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, seorang cewek pernah cerita bahwa dia mendapat sms dari seorang cowok yang isinya bernada bisnis atau yang lainnya yang tidak ada hubungannya dengan dia. Mula-mula si-cewek menyangka sms itu sampai karena salah kirim, tapi karena kejadiannya tidak hanya sekali dua kali, tapi sering akhirnya dia berkesimpulan bahwa cowok ini memang sengaja mengirimnya ke dia. Belakangan juga diketahui si cowok-pengirim-sms-pura-pura-nyasar (CPSPPN) suka dengannya dan serius mau nikah, bahkan si CPSPPN sampai berhasil berhenti merokok padahal dosisnya sampai 1 slop (kalo ga salah namanya itu) sehari karena si cewek tidak suka dengan pria perokok (he..gw juga engga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, cewek lain mengalami kejadian serupa. Dia sering mendapat sms "ga nyambung" dari seorang teman ngajarnya. Bahkan setelah berkali-kali pura-pura salah kirim sms, suatu hari masuk sebuah sms berbunyi "ummi xxx (nama cewek ini) kayanya saya ga bisa sama akhwat lain, nanti kalo saya udah siap saya datang kerumah". dapet sms aneh begitu cewek inipun kaget, apalagi selama ini dia tidak pernah menjalin hubungan apapun dengan cowok ini --selanjutnya kita sebut Ikhwan-Ganjen-Pura-pura-Salah-Ngirim-Sms (IGPSNS) selain hubungan kerja, akhirnya si cewek membalas "apa sih maksudnya? saya ga ngerti" dan kemudian dibalas "afwan, salah ngirim" (???) sms salah kirimpun ga berhenti sampai disitu, cewek ini masih sering dapat sms-sms aneh bahkan kadang kosong dengan diikuti sms "afwan, salah ngirim". Si cewekpun mengambil inisiatif "daripada salah kirim terus mendingan no hp saya dihapus aja", IGPSNSpun menjawab dengan kata-kata yang ga masuk akal, kebohongan yang ga profesional, tipuan yang ga asik.."udah saya hapus..tapi udah hapal.." ???? hu..hu..kalo ada penonton IGPSNS pasti langsung disorakin..mana bisa salah masukin nomer tapi dari memori yang ada di otak, bukan dari memori yg udah tersimpen di hp yang kalau kita mau masukin ga pake mikir atau mengingat lagi....mana bisa mengingat no hp yang banyak dan diketik waktu mau ngirim sms tanpa sadar bahwa itu adalah nomor yang salah...dipikir dari mana juga ga mungkin....kasihan sekali IGPSNS ini...kalo mau bohong yang intelek dikit dooong...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wahai kalian cewek atau cowok yang berada dimanapun, yang berpeluang disukai oleh seseorang, yang mungkin saja seseorang itu melakukan PDKT dengan modus salah ngirim sms, waspadalah..waspadalah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-4970508424421909191?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/4970508424421909191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=4970508424421909191&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/4970508424421909191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/4970508424421909191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/07/hati-hati-pdkt-bermodus-salah-kirim-sms.html' title='Hati-hati, PDKT Bermodus Salah Kirim SMS'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-723167524530539035</id><published>2007-06-20T15:41:00.000+07:00</published><updated>2007-06-20T15:43:17.877+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Wanita Berjilbab Datang ke Rumah = Tukang Minta Sumbangan</title><content type='html'>Sepakat atau tidak tapi memang itulah persepsi sebagian besar masyarakat. Yang berpengalaman door to door untuk alasan apapun pasti bisa merasakan. Dulu waktu saya masih SMA, saya pernah menjadi surveyor dari BPS untuk survei penduduk sekaligus pendataan pemilih PEMILU 2004. Untuk itu, saya datang kerumah-rumah untuk mendata ke masing-masing keluarga siapa saja anggotanya. Salah satu kepala keluarga yang saya data ternyata karyawan SMA 39, penjaga koperasi.  Waktu kami bertemu di koperasi, dia merasa familiar dengan saya, dia bilang "kayanya pernah ketemu ya mba?", saya mengiyakan, "oya waktu itu mba minta sumbangan ke rumah saya". Malas memperpanjang kalam, saya dan seorang temanpun keluar dari koperasi. Teman saya bertanya "minta sumbangan apaan pe kerumah dia?", saya jawab "ga gw ga minta sumbangan, gw nyurvei penduduk, biasalah orang Indonesia ngeliat yang pake kerudung langsung nyangka mo minta sumbangan, padahal jelas-jelas engga", "parah banget ya" teman saya menanggapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan lalu juga saya kembali melakukan door to door untuk survei pendapat penduduk Jakarta tentang ibukota yang mereka tinggali. Tidak jarang kami berdua, waktu itu saya survei bersama teman yang juga berjilbab, disangka minta sumbangan. Di salah satu rumah penghuninya tidak juga keluar meskipun sudah mendengar salam kami, rupanya dia sedang sibuk mencari recehan di dalam rumah, tidak sabar akhirnya saya bilang dari luar pagar "mba, kita ga pengen minta sumbangan ko!" si empunya rumah dengar dan keluar "oh iya, terus mau ngapain?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pekan lalu juga saya melakukan door to door berdua dengan rekan yang juga berjilbab. Ada sebuah rumah yang penghuninya benar-benar tidak mau mempersilahkan kami masuk, cenderung curiga dan bilang "kenapa ga kerumah bu RT aja sih?" setelah kami menjelaskan maksud kami baru dia bisa sedikit menerima. Tidak jarang jawaban dari dalam rumah yang kami dengar setelah jawaban salam adalah "maaf aja mba.." padahal jelas-jelas kami tidak sedang mencari permintaan maaf, apalagi recehan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir persepsi ini masih akan melekat dalam waktu yang cukup lama mengingat masih banyak wanita-wanita berjilbab yang datang kerumah-rumah untuk mencari sumbangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-723167524530539035?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/723167524530539035/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=723167524530539035&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/723167524530539035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/723167524530539035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/06/wanita-berjilbab-datang-ke-rumah-tukang.html' title='Wanita Berjilbab Datang ke Rumah = Tukang Minta Sumbangan'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-363544893726337419</id><published>2007-06-07T15:15:00.000+07:00</published><updated>2007-06-07T15:18:40.499+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliah'/><title type='text'>Kalau Ujian Ga Belajar...</title><content type='html'>Hari ini UAS mata ajar Ilmu Sosial Politik, tapi semaleman ga belajar. Bagaimana mau belajar, aku semaleman mengedit makalah yang deadlinenya hari ini. Sebenernya proses perencanaan pengeditan sudah berlangsung beberapa hari ini, tapi berhubung komputer di rumah yang suka error dan susah diajak kerjasama, akhirnya proses pengeditan yang sebenernya baru dijalanin semalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang tadi sudah dibilang, komputer di rumah susah diajak kerjasama, ga paham kalo yang punya lagi dikejar-kejar deadline. Mulai mengedit dari ba'da maghrib baru selesai jam 8 pagi. Iya..jam 8 pagi, ya..prosesnya diselingi tidur 4 jam, makan, minum, main game di HP sebentar dan penyiksaan-penyiksaan terhadap komputer tersebut. Gimana ga disiksa? orang lagi asik-asik ngetik tiba-tiba nge-hang atau keyboard ga berfungsi, dipencet-pencet huruf tetep ga mau muncul, pas mau nge-print ternyata printer belum ke-install --emang baru seminggu yang lalu ni komputer di install ulang-- giliran udah keinstall tiba-tiba hang, di restart gantian monitor yang ga mau nyala. Kayanya satu set PC kerjasama untuk bikin aku meradang menerjang. Tapi luka dan bisa kubawa berlari, maksudnya...ga mau kalah dengan si komputer yang kejam, aku juga lebih kejam, mulai dari mouse yang kubanting-banting diatas keyboard, tuts yang ku tabok-tabok --bukan dipencet-pencet lagi-- sampai restart berkali-kali dengan memencet tombol pake jempol kaki, termasuk bumbu sumpah serapah yang ga enak didenger. Saking keselnya sama komputer dan ansietas menjelang ujian, aku sampe sedih banget pengen nangis, anehnya ga ada air mata yang keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku menang juga, makalah selamat sampai keluar dalam bentuk hard copy. Tapi dateng kekampus H-beberapa menit sebelum ujian tanpa persiapan apa-apa. Cuma modal tawakkal doang. Hasilnya  ya menang...menanggung malu..Iya..pas ujian dimulai, kita semua mulai buka soal aku menemukan keanehan di lembaran soalku. Soal dimulai dari no 9, bolak-balik lembaran lain tetep ga nemu no 1 nya, ngelirik temen sebelah semua ada soal nomor 1 nya. Akhirnya aku maju ke depan bilang ke dosen "pak, soal saya ga ada nomor satunya..." eh..sambil lapor sambil liat soal dan baru sadar, ternyata soal no1 sampe no 8 ada di balik cover --fotokopi bolak-balik -red-- wa.. malunya bo..udah lapor minta soal yang baru ternyata ada..anak-anak yang dibarisan depan pada ngetawain. Dan pak dosen dengan enaknya bilang "makanya..baca dulu sebelum bertanya...", anak-anakpun tambah girang ketawanya&lt;a id="link_14" title="Gene nich 2003, ga bisa liat moncong kamera dikit ja langsung dech bgaya. 2003 Bangkit!!!" href="javascript:setMainImage(13);toggleSlideshowOn();setPhotoRatingItems();setPhotoCommentItems();"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-363544893726337419?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/363544893726337419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=363544893726337419&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/363544893726337419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/363544893726337419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/06/kalau-ujian-ga-belajar.html' title='Kalau Ujian Ga Belajar...'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-3448502579558135350</id><published>2007-06-05T11:24:00.001+07:00</published><updated>2007-06-05T11:24:41.039+07:00</updated><title type='text'>Blog-ku Yang Mati Suri</title><content type='html'>Udah lama rasanya ga nge-blog, padahal ada banyak hal di otak yang pengen ditulis tapi entah kenapa kalau udah di depan komputer jadi bingung sendiri. Apalagi sekarang lagi UAS, jadi mesti nyisihin waktu buat belajar -biasanya engga..he..he..- apalagi mba yang suka bantuin dirumah pulang kampung. Beliau emang suka pulang kampung disaat yang ga tepat. Dulu pernah pulang kampung pas aku abis operasi di tangan, padahal saat itu bantuannya bener-bener dibutuhin. Sekarang pulang pas lagi UAS..hm..jadi mesti mikir pekerjaan rumah juga di samping mikir belajar -meskipun akhirnya mikir doang tapi ga dijalanin-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UAS juga berefek pada popularitas komputer di perpus. Biasanya antrian panjang ini engga. Popularitasnya jadi menurun drastis. Bahkan anak-anak yang lewat ngeliat aku nge-net, ngetok-ngetok kaca berusaha nyuruh aku pulang, ada yang bahkan sampe bilang "tobat lo..tobat" emang aku lagi berbuat maksiat apa?, kalo abis ngenet ni komputer perpus cpu-nya kubawa pulang tuh baru bilang "tobat lo..tobat" kalo perlu tambahin "ingat azab ALLAH sangat pedih .."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah ah..cuma posting begini doang..maaf kalo ga penting, cuma untuk menjaga konsistensi pengunjung site ini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-3448502579558135350?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/3448502579558135350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=3448502579558135350&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/3448502579558135350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/3448502579558135350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/06/blog-ku-yang-mati-suri.html' title='Blog-ku Yang Mati Suri'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-1419124817410364115</id><published>2007-05-28T10:39:00.000+07:00</published><updated>2007-05-28T10:40:28.604+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilkada'/><title type='text'>Calon Gubernur vs Jagoan</title><content type='html'>Seorang calon gubernur jakarta -kita sebut Mr.X- ditanya oleh seorang wartawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wartawan : bagaimana pak, apakah bapak optimis akan memenangkan pilkada Jakarta nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr X : anak kecil juga tau yang namanya 16 lawan 1 ya pasti menang 16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa..ha.. kasian banget deh ni calon gubernur yang sampe sekarang wakilnya adalah tugu monas ini, segitu memperhitungkan si 1 padahal dia udah ber-16, sampe ngasi jawaban aneh begitu padahal.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita semua tahu yang namanya anak kecil ga ikutan nyoblos pilkada jakarta nanti, dan kita semua juga tahu -apalagi yang biasa nonton film india atau film mandarin- kalo yang namanya jagoan biasanya sendirian, yang banyak itu penjahat yang bisanya main keroyokan, dan yang namanya jagoan.... itulah yang akan menang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: dialog calon gubernur dan wartawan diatas adalah kisah nyata, meskipun redaksionalnya tidak begitu sama persis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-1419124817410364115?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/1419124817410364115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=1419124817410364115&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/1419124817410364115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/1419124817410364115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/05/calon-gubernur-vs-jagoan.html' title='Calon Gubernur vs Jagoan'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-3682449192862982575</id><published>2007-05-23T14:18:00.000+07:00</published><updated>2007-05-23T16:00:37.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='eragon'/><title type='text'>Antara Aku, Ika dan Eragon</title><content type='html'>Di suatu malam di perjalanan pulang dari kampus, aku pulang bersama seorang teman, ika namanya. Dia dibonceng di belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ika: "kalo tau mau pulang bareng lw, gw bawa cd-nya eragon-nya.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku: "mau kemana ka?" minta diulang karena ga denger&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ika: "video ezy ngembaliin eragon"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku: "dimana? video apaan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ika: "eragon"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku: "o..iya rumah era kan di kopassus ya, jadi ntar lw tinggal jalan kaki.." masih ga nyambung dengan obrolan, kupikir ika manggil temen kita era dengan sebutan eragon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ika: -bingung- "bukan, gw mau ke video ezy di depan gunadarma itu loh.." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku: "minjem video apa?" masih ga nyambung juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ika: "eragon"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku: "eragon?" masih bingung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ika: "iya..tentang naga driver gitu.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku:"ooo..eragon...emangnya ada filmnya? tentang penunggang naga gitu kan?" akhirnya nyambung juga, takjub karena baru tau eragon ada filmnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ika: "udah lama kali..cd-nya aja udah keluar...iya trus naganya namanya saphira.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita berdua ketawa bareng karena ngerasa lucu dengan nama naganya eragon, akhirnya aku nyambung juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku: "kalo di film arya kaya gimana ka, kan kalo di buku kan diceritainnya cakep, anggun, ya kaya kebanyakan elf-lah, kaya elf di film Lord Of The Ring"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ika: "biasa aja ah..ga cakep-cakep banget, lw tau dari mana pe? buku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku: "iya..aku tuh tau eragon dari baca bukunya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ika: "hah? emang eragon ada bukunya?" gantian ika yang takjub, denger eragon ada bukunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku: "udah lama kali..buku kedua aja udah keluar.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ika: "baru tau gw"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku: "ha..ha..gw juga baru tau eragon ada filmnya, lw baru tau eragon ada bukunya, yang nora' tu elo apa gw sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya kita berdua ketawa lagi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-3682449192862982575?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/3682449192862982575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=3682449192862982575&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/3682449192862982575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/3682449192862982575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/05/antara-aku-ika-da-eragon.html' title='Antara Aku, Ika dan Eragon'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-2533086974614221894</id><published>2007-05-23T13:53:00.000+07:00</published><updated>2007-05-23T13:54:18.975+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Kekerasan dan Jalan Raya</title><content type='html'>Biasanya kalau sedang berkendara di jalan, saya suka iseng-iseng melihat sticker yang ditempel di belakang kendaraan lain. Sticker-stickernya bermacam-macam, ada yang membuat tersenyum, biasa aja, ada juga yang menunjukkan kebrengsekan pengendaranya. (ups.. sorry kalo kasar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sticker yang bertuliskan "tolong jangan tilang saya pak polisi, saya orang kere" atau "lagi nyamar jadi orang miskin" dan membuat saya tersenyum setelah membacanya. Ada pula yang memberi peringatan "kalau anda bisa membaca tulisan ini berarti anda terlalu dekat" waktu itu sedang macet, jadi pantaslah kalau saya berada tepat di belakangnya. Meskipun biasa sticker bertulisan "yang pinjam isi bensin" menggambarkan isi hati pemiliknya, mungkin dia memiliki keluhan yang sama dengan saya perihal "tukang minjem yang kurang berperasaan" hanya saja saya kurang konkrit dalam menyampaikan keluhan saya hingga tidak sampai menunjukkanya dalam sebuah sticker. Saya menyimpulkan bahwa yang punya kendaraan cukup brengs*k (sekarang di sensor) waktu saya melihat sticker bergambar pisang yang "tidak biasa" dan telah dikupas separuh dengan tulisan pelengkap "pisang segar". Lewat kebiasaan ini pula saya mendapat kesimpulan bahwa sebagian besar anak UI memiliki sticker Ui di motor atau mobilnya, termasuk saya he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sticker yang saya baca hari ini cukup mengusik saya. Tulisannya "awas! nabrak gua, gua hajar" Saya jadi berpikir "serem juga ni orang, perkara ditabrak aja bisa bikin dia hajar-hajaran" Saya jadi mengingat kejadian beberapa tahun lalu, entah ada kejadian apa sebelumnya tiba-tiba ada sebuah motor berhenti dan menghalangi sebuah angkot sehingga membuat angkot terpaksa berhenti. Si pengendara motor turun kemudian mengambil batu besar, kira-kira sebesar batu bata, dari trotoar terdekat dan langsung mengacungkannya ke arah sopir angkot, dia hendak memukul sopir angkot tersebut dengan batu besar tersebut. Sebelum insiden itu terjadi, polisi datang dan si pengendara motorpun segera pergi. Kejadian hajar-hajaran seperti ini banyak sekali terjadi di jalan raya jakarta. Menurut saya kejadian ini bisa terjadi karena sebagian besar pengendara memilki emosi seperti si pemasang sticker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah jalan raya dipenuhi dengan kekerasan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-2533086974614221894?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/2533086974614221894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=2533086974614221894&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2533086974614221894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2533086974614221894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/05/kekerasan-dan-jalan-raya_23.html' title='Kekerasan dan Jalan Raya'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-8142337229546023145</id><published>2007-05-23T13:45:00.000+07:00</published><updated>2007-05-23T13:51:21.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teka-teki'/><title type='text'>Ayo Jawab Teka-teki..</title><content type='html'>Dengan setting diskusi tugas kuliah Pengantar Kesehatan Masyarakat yang memusingkan dengan data yang kurang, lagian udah beberapa hari tidak posting apa-apa akhirnya kuputuskan untuk posting teka-teki..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memiliki mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tidak dapat melihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sesuatu dariku dihilangkan, aku berada di Italia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo jawab, ini teka-teki buatanku sendiri lho...Tapi ga ada hadiahnya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-8142337229546023145?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/8142337229546023145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=8142337229546023145&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/8142337229546023145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/8142337229546023145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/05/ayo-jawab-teka-teki.html' title='Ayo Jawab Teka-teki..'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-104211927508696182</id><published>2007-05-16T14:06:00.000+07:00</published><updated>2007-05-16T14:08:05.646+07:00</updated><title type='text'>Mba dan Ibu Jutek di Ranah Pelayanan Publik</title><content type='html'>Survei membuktikan bahwa hampir sebagian besar wanita di sektor pelayanan publik itu tidak ramah, jutek bahkan tukang ngomelin orang. Misalnya mba-mba di penukaran koin kantin FKM UI, ibu-ibu penjaga perpustakaan SMA 39 dan perpustakaan FIK, dan ibu-ibu di bagian pendaftaran Pusat Kesehatan Mahasiswa (PKM) UI. Padahal selain para wanita itu ada pria-pria yang melakukan pekerjaan yang sama tapi keramahan mereka jauh berbeda. Kalau aku ngobrolin masalah ini dengan teman-teman hampir bisa dipastikan yang kudapat adalah respon setuju dan sepakat "bener di, di perpus sma gw dulu juga" atau "ya di..kenapa ya.." Padahal sebagai seorang yang bekerja dalam bidang pelayanan akan banyak bertemu dengan orang maka keramahanpun harus dikedepankan biar orang tidak kapok dan mau jadi customer lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survei juga membuktikan, dengan kejutekan dan ketidakramahan mereka, orang-orang yang menggunakan pelayanan itupun jadi bete dan cenderung menghindar. Pernah ada seorang cewek yang bisik-bisik ke temannya waktu mau menukar koin di kantin FKM "eh kita tuker koinnya di mas-masnya aja ya.." atau ada beberapa mahasiswa yang memilih datang ke perpus setelah ibu-galak-penjaga-perpus pulang. Kalau sudah begini yang rugi kan instansi yang mempekerjakan mereka. Anehnya yang bapak-bapak dan mas-mas biasanya baik-baik, misalnya satpam SMA 39 yang hampir selalu ngeledekin aku waktu sampai di sekolah pas gerbang mau ditutup, satpam FIK yang belum lama dinobatkan jadi karyawan favorit versi mahasiswa atau bapak penjaga perpus yang baiknya berbanding jauh kaya bumi dan langit dengan si ibu-galak-penjaga-perpus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ya? waktu aku tanya ini ke kakakku di rumah, dia jawab "itu soalnya lo cewek de'..kalau lo cowok pasti sikap mereka beda.." Emang iya?..berhubung aku tidak bisa, tidak mau, tidak boleh dan tidak berminat ganti kelamin, sampai saat ini aku belum dapat jawabannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-104211927508696182?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/104211927508696182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=104211927508696182&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/104211927508696182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/104211927508696182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/05/mba-dan-ibu-jutek-di-ranah-pelayanan.html' title='Mba dan Ibu Jutek di Ranah Pelayanan Publik'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-4371798815424127700</id><published>2007-05-15T09:42:00.000+07:00</published><updated>2007-05-15T09:44:33.847+07:00</updated><title type='text'>Depok dan Jakarta Sama Kejamnya</title><content type='html'>Tanggal 12-16 Mei 2007 ini Senat Mahasiswa FIK UI Departemen Kajian Profesi (KAPROF) mengadakan acara besar yang melibatkan mahasiswa keperawatan dari seluruh Indonesia. Acara ini dibuka dengan aksi mahasiswa dalam rangka Hari Perawat Internasional tanggal 12 Mei kemarin. Teknisnya aksi ini diawali dengan jaring aspirasi masyarakat umum yang ada di stasiun-stasiun. Jadi peserta aksi dibagi berkelompok-kelompok untuk turun di stasiun yang berbeda dan naik lagi menuju stasiun Juanda dan melanjutkan aksi kita di Monas dan berakhir di HI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tuan rumah, mahasiswa UI diinstruksikan untuk menjaga, mengarahkan kalau perlu melindungi peserta dari luar Jakarta. Mengingat naik KRL ekonomi bukanlah barang mudah, jangankan orang dari daerah, orang Jakarta saja belum tentu pernah naik KRL ekonomi, misalnya orang rumahku. Dari FIK mereka (orang daerah -red) sudah diingatkan untuk menjaga barang bawaan masing-masing bahkan kita yang anak UI disuruh membuat border di dalam kereta untuk melindungi anak-anak daerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi manusia hanya bisa berencana. Baru sampai di stasiun Pondok Cina (Pocin), -ini berarti peserta aksi baru jalan kaki dari kampus FIK Depok ke stasiun Pocin yang jaraknya sekitar 500m- sudah ada keluhan dari mahasiswa Lampung bahwa HP Samsung miliknya hilang. Panitia dan peserta dari UI-pun jadi merasa tidak enak hati, banyak yang berusaha me-miskol nomor HP mahasiswa Lampung tersebut. Tapi yang namanya usaha belum tentu ada hasilnya, HPnya tetap tidak ditemukan, kalau sudah begini tinggal menanamkan kunci zuhud dalam hati, "aku tahu rizkiku tak mungkin diambil orang lain karenanya hatiku tenang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata pertama yang kuucapkan waktu aku mendengar kabar kehilangan ini adalah "yah welcome to the jungle" mau gimana lagi? HP sudah ditangan orang lain, untung aku bukan berkata "siapa suruh datang jakarta". Jadi ingat alamat yang Rizal tulis di profilenya di yahoogroups "Jakarta, kota yang kejam nak" . Eh tapi tunggu dulu...pocin kan belum masuk Jakarta, masih di Depok, jadi sepertinya kita harus bikin ungkapan baru lagi "Depok dan Jakarta, sama-sama kota yang kejam nak"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-4371798815424127700?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/4371798815424127700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=4371798815424127700&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/4371798815424127700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/4371798815424127700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/05/depok-dan-jakarta-sama-kejamnya.html' title='Depok dan Jakarta Sama Kejamnya'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-4876770774387024717</id><published>2007-05-10T14:55:00.000+07:00</published><updated>2007-05-10T14:58:04.034+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemira'/><title type='text'>Sedikit Gokil di Grand Opening PEMIRA FIK UI 2007</title><content type='html'>Akhirnya Grand Opening PEMIRA FIK UI terlewati juga. Berhubung ini adalah pengalaman keduaku, rasa grogi dan takut tidak sebesar dulu, setahun yang lalu. Secara garis besar, acaranya berjalan cukup lancar meskipun dimulai dengan sangat ngaret dengan kandidat anggota BPM yang hampir semuanya datang terlambat, kecuali aku yang datang pertama diantara semua kandidat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyampaian visi dan misi berjalan cukup baik, kalau ada kata-kata yang agak keseleo dikit ya wajarlah. Yang paling berkesan adalah waktu persembahan dari tim sukses. Dari semua kandidat yang memberi persembahan adalah tim sukses atau campaign manager-nya, sekali lagi, kecuali aku. Yang tampil buat persembahan kemarin adalah aku sendiri-secara akhir2 ini gw jadi banci tampil- baca puisi doang sih, jadi nostalgia jaman dulu waktu sma suka didaulat untuk baca puisi di depan kelas. Meskipun puisinya tidak orisinil tapi lumayan heboh dan bikin penonton, lebih tepatnya panitia dan tim sukses masing-masing kandidat karena emang cuma orang-orang itu yang dateng, tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisinya begini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sampai waktuku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku mau semua orang mencoblos fotoku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk juga kau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu ragu bimbang itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ini mahasiswa teladan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari fakultas pilihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau rasa takut menyelimutiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tetap meradang menerjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala potensi kubawa berlari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga hilang grogi dan ngeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku lebih bersemangat lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin jadi anggota BPM lagi!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau membayangkan baca puisi kemarin aku masih tersenyum-senyum sendiri. Respon penonton? jangan ditanya, ada yang bilang "gokil di!", atau "gile kreatif banget lw di" atau ada yang ngiri ga bisa puisi kaya aku "emang CMnya kemana sih ko tampil sendiri" dan komentar yang paling menyenangkan adalah yang kudengar pagi ini "kayaknya yang paling berkesan kemarin ludi doang deh" Heh..heh..heh...*ketawa gaya penjahat-penjahat di film kungfu jadul*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah sekarang tinggal pikirkan roadshow ke kelas-kelas. PEMIRA FIK 2007 I'm coming....*semangat gaya spiderman tapi ga pake celana dalem di luar*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-4876770774387024717?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/4876770774387024717/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=4876770774387024717&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/4876770774387024717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/4876770774387024717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/05/sedikit-gokil-di-grand-opening-pemira.html' title='Sedikit Gokil di Grand Opening PEMIRA FIK UI 2007'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-6533446234079037119</id><published>2007-04-17T11:51:00.000+07:00</published><updated>2007-04-17T11:56:08.970+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Tolong, Tutupi Bagian Menjijikan Anda</title><content type='html'>Apa tujuan anda berpakaian? Kalau pertanyaan ini ditujukan untuk seorang muslim mungkin sebagian besar jawabannya sama, menutup aurat. Dulu, kayanya jaman SD deh, kita diajarkan bahwa tujuan manusia memakai pakaian adalah untuk menjaga kesopanan, melindungi tubuh, kesehatan dan lain-lain. Pernah ada yang bilang tujuan lain memakai pakaian adalah untuk menutupi bagian yang menjijikan. Waktu pertama kali dengar pendapat ini aku tidak setuju. Tapi ternyata akhir-akhir ini aku mulai sepakat dengan pendapat ini.&lt;br /&gt;Gaya berpakaian orang Indonesia selalu berubah, banyak yang dipengaruhi dari budaya orang lain. Bahkan kadang dipengaruhi drama Korea yang ditonton, jaman full house, cewek-cewek gaya berpakaiannya mirip Zhi En, tapi begitu Princess Hour yang in gaya berpakaianpun jadi mirip Cha Kyeong.&lt;br /&gt;Sekarang ini orang-orang tidak lagi memakai celana di pinggang tapi lebih rendah lagi. Kaos ketat setinggi perut dan jeans yang "g nyangkut" di pinggang adalah pakaian sehari-hari banyak orang. Kalau duduk atau nungging sedikit, maka pinggang belakangpun terbuka. Akhir-akhir ini bahkan lebih parah lagi, boro-boro duduk atau nungging, jalan biasa aja "macem-macem" keliatan.&lt;br /&gt;Karena pendeknya baju dan mete-mete --pinjem istilahnya mama-- nya celana, kalau duduk bukan hanya pinggang yang terlihat tapi lebih banyak lagi, sampai belahan pant*t juga kelihatan, sungguh bukan pemandangan indah. Pemandangan seperti ini, asal kalian tahu saja wahai para pelaku, sangat tidak menyenangkan, bahkan menjijikan. Biasanya kalau sudah kaya gini, orang-orang yang dibelakang yang jadi gelisah dan tidak konsen kuliah --kalo kejadiannya di ruang kelas-- Walaupun dosen ada jauh di depan tetap saja, kadang kita perlu menunduk, dan pemandangan pant*t menjijikan itupun tidak terhindarkan.  &lt;br /&gt;Ternyata benar, kenapa kita diwajibkan menutup aurat dengan berpakaian karena memang bagian-bagian itu memang perlu ditutup, dan salah satunya adalah untuk menutupi "aura menijikan"nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-6533446234079037119?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/6533446234079037119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=6533446234079037119&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/6533446234079037119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/6533446234079037119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/04/tolong-tutupi-bagian-menjijikan-anda.html' title='Tolong, Tutupi Bagian Menjijikan Anda'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-4571349163451732271</id><published>2007-04-13T09:31:00.001+07:00</published><updated>2007-04-13T09:31:54.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='da&apos;wah'/><title type='text'>AKU RINDU PADA ZAMAN ITU</title><content type='html'>Aku rindu pada zaman itu&lt;br /&gt;ketika halaqah adalah kebutuhan, bukan hiburan apalagi sambilan&lt;br /&gt;Aku rindu pada zaman itu&lt;br /&gt;ketika membina adalah kewajiban, bukan pilihan&lt;br /&gt;apalagi beban yang memberatkan&lt;br /&gt;Aku rindu pada zaman itu&lt;br /&gt;ketika dauroh menjadi kebiasaan, bukan sekedar pelengkap program yang&lt;br /&gt;dipaksakan&lt;br /&gt;Aku rindu pada zaman itu&lt;br /&gt;ketika mengisi dauroh di puncak, dengan ongkos ngepas dan peta tak jelas&lt;br /&gt;Aku rindu pada zaman itu&lt;br /&gt;ketika tsiqoh mejadi kekuatan, bukan keraguan apalagi kecurigaan&lt;br /&gt;Aku rindu pada zaman itu&lt;br /&gt;ketika nasihat mejadi kesenangan, bukan suudzon dan menjatuhkan&lt;br /&gt;Aku rindu pada zaman itu&lt;br /&gt;ketika hadir di liqo aadalah kerinduan, bukan agenda yang membosankan&lt;br /&gt;Aku rindu pada zaman itu&lt;br /&gt;ketika terlambat di liqo adalah kelalaian, bukan kebiasaan yang tak&lt;br /&gt;ada kesan&lt;br /&gt;Aku rindu pada zaman itu&lt;br /&gt;ketika hadir di liqo selalu membawa Qur'an terjemahan dan sedikit hapalan&lt;br /&gt;Aku rindu pada zaman itu&lt;br /&gt;ketika tengah malam pintu diketuk untuk mendapat berita dan kumpul&lt;br /&gt;subuh harinya&lt;br /&gt;Aku rindu pada zaman itu&lt;br /&gt;ketika akhwat dan ikhwan berpapasan, saling menunduk dan menjauh&lt;br /&gt;Aku rindu pada zaman itu&lt;br /&gt;ketika para akhwat keluar dari sekolah karena jilbab-jilbab mereka&lt;br /&gt;Aku rindu pada zaman itu&lt;br /&gt;ketika seorang akhwat kabur dari rumah ketika akan walimah, karena&lt;br /&gt;takut akan ikhtilat di hari pestanya&lt;br /&gt;Aku rindu pada zaman itu&lt;br /&gt;ketika tarbiyah adalah pengorbanan, bukan tuntutan apalagi hujatan&lt;br /&gt;Aku rindu pada zaman itu&lt;br /&gt;ketika amar adalah ketaatan, bukan perbincangan dan pelecehan&lt;br /&gt;Aku rindu pada zaman itu&lt;br /&gt;ketika para ikhwah sangat ketat menjaga pandangan&lt;br /&gt;Aku rindu pada zaman itu&lt;br /&gt;ketika kampus benar-benar markas halaqah aktivis&lt;br /&gt;Aku rindu pada zaman itu&lt;br /&gt;ketika nasyid ghuroba menjadi lagu kebangsaan&lt;br /&gt;Aku rindu....... ..&lt;br /&gt;Ya Allah....... . jangan Kau buang kenikmatan berda'wah dari hati-hati ini&lt;br /&gt;Ya Allah....... . jangan Kau hilangkan keasyikan berjamaah dalam hidup ini&lt;br /&gt;(buat jiwa-jiwa yang futur)&lt;br /&gt;Abu Syahid Abu Faris&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-4571349163451732271?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/4571349163451732271/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=4571349163451732271&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/4571349163451732271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/4571349163451732271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/04/aku-rindu-pada-zaman-itu.html' title='AKU RINDU PADA ZAMAN ITU'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-1863629557294233396</id><published>2007-04-11T09:32:00.000+07:00</published><updated>2007-04-13T09:37:09.437+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><title type='text'>Sebuah Nyawa Menghilang di Supermarket</title><content type='html'>Hari ini, setelah sekian lama, aku membuka detik.com, ada sebuah berita yang tidak disangka-sangka. Di samping berita tentang IPDN, ternyata ada berita lain, masih tentang hilangnya nyawa seseorang. Seorang anak umur 3 tahun meninggal di supermarket carrefour mangga dua square dengan cara yang cukup tragis kupikir, tertimpa rak berisi bola setinggi 5 meter. Kejadiannya hari ahad kemarin tanggal 8 April 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bocah ini meninggal saat ikut orang tuanya belanja, ya ..belanja. Hal yang biasanya bagi perempuan adalah ritual yang menyenangkan dan memiliki tingkat bahaya yang sangat rendah-jika dompet kosong tidak dihitung- Aku tidak membayangkan bagaimana perasaan orang tuanya, menyadari buah hati mereka meninggal dengan tiba-tiba, disaat yang tidak disangka-sangka, di hari dan tempat dimana seharusnya mereka berbahagia. Sama seperti aku tidak membayangkan bagaimana perasaan orang tua Cliff Muntu, pelajar IPDN yang baru-baru ini meninggal, menerima jenazah anaknya di rumah, anak yang mereka titipkan di sebuah instansi pendidikan untuk belajar.-jadi inget kata-kata mama waktu aku cerita Lusi meninggal keserempet kereta waktu berangkat ke kampus-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di artikel lain, detik.com memperingatkan para orangtua agar lebih memperhatikan anak mereka. Anak adalah amanah, bukan hadiah. Kita semua akan diminta pertanggungjawabannya dalam mendidik anak kita kelak di hadapan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian akan mendapatkan kita, meskipun kita ada dibalik benteng yang tinggi lagi kokoh. Tidak seperti film Final Destination, yang sepanjang cerita isinya adalah heboh-heboh menghindari kematian, kematian tidak bisa ditunda ataupun dimajukan. Di balik benteng yang tinggi lagi kokoh saja bisa apalagi di dalam supermarket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lusi adalah temen deketku, mahasiswa FIK 2005 yang meninggal karena keserempet kereta jurusan bogor di semester 2 dia kuliah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-1863629557294233396?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/1863629557294233396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=1863629557294233396&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/1863629557294233396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/1863629557294233396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/04/sebuah-nyawa-menghilang-di-supermarket.html' title='Sebuah Nyawa Menghilang di Supermarket'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-4629032885904857661</id><published>2007-03-28T13:13:00.000+07:00</published><updated>2007-03-28T13:56:49.905+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita masa kini'/><title type='text'>Guna Duit Seceng Di Jaman Sekarang Ini</title><content type='html'>Sudah beberapa bulan ini klakson motor gw tidak berfungsi dengan baik. Sebenernya masalah bukan pada klaksonnya tapi pada sistem kelistrikan motor yang kurang baik. Entah dari aki atau sekring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_dMviLPeeH-o/RgoQTzb9UDI/AAAAAAAAAAM/Cm2Ej6Hs0ok/s1600-h/motor+smash.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5046864264833093682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_dMviLPeeH-o/RgoQTzb9UDI/AAAAAAAAAAM/Cm2Ej6Hs0ok/s200/motor+smash.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Padahal klakson lumayan penting juga dalam perjalanan, terutama kalo mau nyalip atau ada sesuatu yang yang menghalangi dan tidak sadar kalau dia menghalangi (apa coba?) Biasanya gw cari jalan aman yaitu tidak usah membunyikan klakson sekalian atau kalau sudah mendesak terpaksa pake anggota tubuh ciptaan 4WI yang selama ini sudah terbukti berfungsi dengan baik alias mulut beserta apa-apa yang menyertainya untuk teriak "woi..ada motor nih" atau "woi..minggir klaksonnya mati nih" dan biasanya cara yang belakangan cukup berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya penantian klakson gw berujung dengan happy ending. Kemarin motor dibawa ke bengkel resmi buat di servis. Masalah klaksonpun ikut dibawa-bawa. Hasilnya sungguh tidak dinyana tidak diduga, sore hari pas motornya mau bayar servis ke mba2 resepsionis -atau apalah itu namanya-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mba2: "cuma ganti sekring mba seribu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gw: (g percaya dengan fungsi pendengaran yang emang punya riwayat g baik) "ha? seribu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mba2: "iya kanvas rem-nya (rem belakang juga sudah ga makan-red) g diganti"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gw: (masih g percaya dan ngintip dikit bonnya buat ngecek) "ya mba saya kirain kanvas remnya da mesti diganti"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah transaksi selesai gw pun pulang sambil masih terheran-heran. Seribu? kata Mas Kardi--sepupu gw-- sekring yang bagus 40ribuan. Berarti daftar "Guna Duit Seceng Di Jaman Sekarang Ini" bertambah panjang. Yang lebih penting dari itu semua, it works!! Di perjalanan pulang, tidak betah ngeliat motor lelet tapi menuh-menuhin jalan, naluri nyalip gw muncul. Karena jalannya satu jalur dua arah dan seperti tadi yang udah dibilang -mudah-mudahan kalian menyimak- motor lelet itu menuh-menuhin jalan jadi gw harus mengeluarkan senjata--ampuh buat menyingkirkan ibu-ibu dan wanita tua tapi kadang nggak ampuh buat anak kecil yang lagi lari-larian apalagi kambing P'Umar yang nyari makan sehari-harinya di kuburan dari pinggir jalan-- yang selama ini mati suri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiin...aje gile...bunyinya nyaring banget, gw yang punya sampe ikut kaget juga!! bahkan lebih nyaring dari tangisan Afaf yang ogah gw cium tapi tetep gw cium secara paksa!!! Waah selamat datang kembali bunyi klansonku, selamat datang di jalan raya yang kejam ini *menyeringai*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-4629032885904857661?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/4629032885904857661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=4629032885904857661&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/4629032885904857661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/4629032885904857661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/03/guna-duit-seceng-di-jaman-sekarang-ini.html' title='Guna Duit Seceng Di Jaman Sekarang Ini'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_dMviLPeeH-o/RgoQTzb9UDI/AAAAAAAAAAM/Cm2Ej6Hs0ok/s72-c/motor+smash.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-2551601365937692457</id><published>2007-03-28T03:38:00.000+07:00</published><updated>2007-03-27T12:43:21.719+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita masa lalu'/><title type='text'>jejak kelicikanku..</title><content type='html'>Dulu, waktu aku masih kelas 6 SD, kita sekelas diberi tugas oleh guru KTK untuk menghias kendi. Aku bermaksud untuk menghias kendi dengan menempeli permukaannya dengan biji-bijian yang diatur sehingga menjadi gambar bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya siang itu, aku dan teman dekatku waktu kelas 6 SD, Utami, pergi mencari biji-bijian berwarna merah. Lokasi pohonnya sekitar 500m dari rumah --mudah-mudahan bener, maklum g bawa meteran-- Waktu kita lagi asik mungutin biji-bijian yang pada berjatuhan di tanah, tiba-tiba ada seorang bapak mengendarai motor menghampiri kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertanya pada kita, "de, kolam renang tirta yudha dimana sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita -gw lupa tami pa gw sebenernya- jawab "disana pak -sambil nunjuk arah yang dimaksud- trus masuk ke dalem"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya percakapan berikutnya aku agak lupa tapi kira-kira begini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;bapak2&gt;&lt;bapak2&gt;bapak2: ya nih keponakan saya mo minta diajarin naik motor, tapi sekarang anaknya lagi berenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;kita&gt;&lt;kita&gt;kita b2: ooh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;bapak2&gt;&lt;bapak2&gt;bapak2: lw berdua lagi ngapain? ikut gw aja yuk anterin ke sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita berdua jadi bingung dan takut diculik sama ni bapak2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;pemi&gt;&lt;aku&gt;aku: bapak saya kantornya deket situ, dan belom pulang, ntar kalo kita ketemu saya takut dimarahin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;bapak2&gt;bapak2: ntar gw kasih uang deh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti umumnya semua orang di dunia ini yang mudah tergiur dengan 4 kata itu, kita berduapun memiliki reaksi yang sama dan mulai berubah pikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya singkat cerita kita berdua mau untuk nganterin bapak itu ke kolam renang. Tibalah saat kita mesti naik motor bapak itu. Dan kita berdua menemui permasalahan "siapa yang mo duduk di tengah?" (duduk di tengah berarti duduk tepat di belakang bapak itu -red)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita berdua berdebat karena ga ada yang mau duduk di tengah, akhirnya kita sepakat untuk suit buat menentukan, yang kalah bakal duduk di tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tu..wa.. ga..suit, ternyata aku yang kalah. Akhirnya aku naik ke motor duluan, tapi.. aku langsung duduk mundur ke belakang sedemikian ripa sehingga tidak ada space lagi buat orang lain duduk di belakangku. Utami yang ngeliat keadaan itupun jadi bingung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tami&gt;&lt;tami&gt;tami: majuan pem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;pemi&gt;&lt;aku&gt;aku: ga mau ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tami&gt;&lt;tami&gt;tami: majuan cepet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tetep kekeuh ga mau maju, akhirnya dengan gaya pasrahnya Utamipun menyerah dan duduk di tengah walaupun nyata-nyata dia menang suit tadi. Dan akupun tersenyum penuh kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingat tentang kisah ini, aku pasti berpikir "licik banget gw ya?.."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-2551601365937692457?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/2551601365937692457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=2551601365937692457&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2551601365937692457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/2551601365937692457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/03/jejak-kelicikanku.html' title='jejak kelicikanku..'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2616630996102218564.post-1571412466690172038</id><published>2007-03-26T11:32:00.000+07:00</published><updated>2007-03-26T11:38:49.890+07:00</updated><title type='text'>Akhirnya bisa juga....</title><content type='html'>Bismillahirrahmaanirrahiim ini blog pertama ku di blogspot.&lt;br /&gt;Sebenernya bingung juga mo nulis apa...&lt;br /&gt;mmhh.. kenapa dinamain pemikirulung?&lt;br /&gt;sadarkah kalian nama depanku "pemi" jadi ditambahin deh belakangnya..&lt;br /&gt;dari pada "peminta-minta" atau "pemiliksenyumindah" -yg belakangan gw sebut pasti langsung elo-elo pade g setuju kan?- yah kayanya pemikirulung yang paling bisa mewakili -???-&lt;br /&gt;by the way, terima aja lah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2616630996102218564-1571412466690172038?l=pemikirulung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikirulung.blogspot.com/feeds/1571412466690172038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2616630996102218564&amp;postID=1571412466690172038&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/1571412466690172038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2616630996102218564/posts/default/1571412466690172038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikirulung.blogspot.com/2007/03/akhirnya-bisa-juga.html' title='Akhirnya bisa juga....'/><author><name>pemikir_ulung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09157734879805724200</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
